Hadapi Pandemi Covid-19, Harus Selalu Konsumsi Makanan Sehat dan Seimbang serta Disiplin 3M 1T
Kedisiplinan perilaku menjadi kunci dari upaya mencegah penularan virus Covid-19, termasuk dalam hal menjaga asupan gizi makanan sehat dan seimbang
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
"Dalam upaya memutus rantai penularan covid-19, maka solusinya, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan 3 M 1 T yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun secara teratur, menjaga jarak dalam berinteraksi aktivitas, dan tidak berkerumun, agar tidak menimbukan klaster baru covid-19," ujarnya.
DR. Roy menambahkan, bahwa formula atau rumus potensi penularan covid-19 sehingga berujung pada infeksi adalah paparan virus x waktu atau durasi. Dimana, untuk dapat menyebabkan terjadinya infeksi setidaknya dibutuhkan minimal seribu partikel virus Sars-Cov2, potensi itu dapat terjadi jika seseorang melakukan batuk, maka 3000 virus yang keluar melalui percikan air liur atau droplet dalam sekali batuk.
Sementara dalam sekali bersin, seseorang rata-rata mengeluarkan 30 ribu virus. Sedangkan, pada seorang infeksius, mampu mengeluarkan 200 juta partikel virus dalam sekali bersin dan batuk.
"Jika 200 virus saja yang dihasilkan per menit, maka dalam lima menit interaksi komunikasi tanpa masker mampu menghasilkan seribu virus dan potensi tertularnya sangat besar. Maka dari itu, pentingnya menerapkan 3M 1T dan membatasi interaksi komunikasi yang tidak diperlukan." ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Uji Klinik Vaksin Covid-19 Indonesia, Prof Kusnandi Rusmil mengungkapkan, saat ini uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac sudah berjalan satu bulan lebih. Dengan sedikitnya 1.620 relawan terlibat dalam uji coba tersebut.
Berdasarkan data per tanggal 29 September 2020, sebanyak 1.089 relawan sudah menerima suntikan pertama dan 650 sukarelawan sudah mendapat suntikan kedua.
Sampai saat ini masih berjalan lancar dan sejauh ini tidak ditemukan laporan efek samping yang signifikan," ujarnya.
Ia menuturkan, uji klinis fase tiga vaksin ini akan dijadwalkan berjalan selama tujuh bulan, dan seluruh sukarelawan akan dipantau selama enam bulan ke depan pasca penyuntikan kedua.
"Untuk rangkaian dari proses uji klinis tahap tiga ini, ditargetkan selesai pada bulan Mei 2021 mendatang," katanya. (Cipta Permana).