Breaking News:

Hadapi Pandemi Covid-19, Harus Selalu Konsumsi Makanan Sehat dan Seimbang serta Disiplin 3M 1T

Kedisiplinan perilaku menjadi kunci dari upaya mencegah penularan virus Covid-19, termasuk dalam hal menjaga asupan gizi makanan sehat dan seimbang

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
(kiri ke kanan) dr. Grace Legoh sebagai moderator webinar, Direktur RS. Advent Bandung, DR. Roy David Sarumpaet, Ketua Tim Uji Klinik Vaksin Covid-19 Indonesia, Prof. Kusnandi Rusmil dan Nutrition Program Manager Helen Keller International (HKI) dr. Dian N. Hadihardjono sebagai narasumber dalam webinar bertajuk Kita Mampu Lawan Covid-19: Generasi Baru, Normal Baru, dan Metode Baru dalam rangka HUT ke-70 RS. Advent Bandung, Senin (5/10/2020). 

Temuan juga memperlihatkan hanya sedikit anak-anak yang menyantap sayuran berwarna kuning atau jingga (45,1 persen dari 594 ibu) dan buah-buahan (42,4 persen) yang diperlukan tubuh. Sementara itu, konsumsi makanan pabrikan justru tinggi dan sangat sering, yakni 81,6 persen.

"Banyak anak pada usia dini atau di atas 6 bulan sudah dibiasakan mengkonsumsi cemilan atau jajanan yang kurang tepat dalam hal unsur kelengkapan gizi. Bahkan, produk makanan ringan dari pabrik memiliki nilai kandungan gula dan garam yang tinggi serta rendah zat gizi, sehingga makanan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan anak, khususnya bagi batita," ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar para orangtua dapat memberikan makanan bervariasi untuk anak-anak, termasuk buah-buahan dan batasi makanan dan minuman berpemanis atau garam tinggi. Pihaknya pun, akan terus mengadvokasi penyebaran informasi penelitian ini, demi memperbaiki praktik pemberian makanan bayi supaya sesuai rekomendasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS. Advent Bandung, DR. Roy David Sarumpaet mengingatkan agar masyarakat untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dalam berkegiatan dimana pun dan kapanpun. Terlebih, kedisiplinan masyarakat merupakan faktor penting untuk mengantisipasi munculnya klaster baru covid-19.

Apalagi menurutnya, saat ini terjadinya penularan klaster covid-19 terus bertambah banyak, bahkan di Indonesia, sedikitnya tercatat 15 klaster penularan yang terjadi selama kurun waktu delapan bulan terakhir, diantaranya Klaster di Scapa AD Bandung; Klaster Ijtima Dunia di Gowa, Sumatera Selatan; Klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya; Klaster Sampoerna, Surabaya; Klaster Pasar Cileungsi, Bogor, dan Klaster Musda HIPMI, Karawang.

"Dalam upaya memutus rantai penularan covid-19, maka solusinya, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan 3 M 1 T yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun secara teratur, menjaga jarak dalam berinteraksi aktivitas, dan tidak berkerumun, agar tidak menimbukan klaster baru covid-19," ujarnya.

DR. Roy menambahkan, bahwa formula atau rumus potensi penularan covid-19 sehingga berujung pada infeksi adalah paparan virus x waktu atau durasi. Dimana, untuk dapat menyebabkan terjadinya infeksi setidaknya dibutuhkan minimal seribu partikel virus Sars-Cov2, potensi itu dapat terjadi jika seseorang melakukan batuk, maka 3000 virus yang keluar melalui percikan air liur atau droplet dalam sekali batuk.

Sementara dalam sekali bersin, seseorang rata-rata mengeluarkan 30 ribu virus. Sedangkan, pada seorang infeksius, mampu mengeluarkan 200 juta partikel virus dalam sekali bersin dan batuk.

"Jika 200 virus saja yang dihasilkan per menit, maka dalam lima menit interaksi komunikasi tanpa masker mampu menghasilkan seribu virus dan potensi tertularnya sangat besar. Maka dari itu, pentingnya menerapkan 3M 1T dan membatasi interaksi komunikasi yang tidak diperlukan." ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Uji Klinik Vaksin Covid-19 Indonesia, Prof Kusnandi Rusmil mengungkapkan, saat ini uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac sudah berjalan satu bulan lebih. Dengan sedikitnya 1.620 relawan terlibat dalam uji coba tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved