Terjadi Loncatan Besar di Dunia Pendidikan, Ada Tiga Poin Sekolah Harus Evalusi Proses Pembelajaran
Menurut Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, Pakar Teknologi Informasi dan Akademisi, terjadi loncatan besar di dunia pendidikan
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Saat ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) nampaknya sudah menjadi ke-normal-an baru yang harus dialami para pelajar.
Meski pada bulan Agustus kemarin, Mendikbud Nadiem Makarim telah memperbolehkan sekolah yang ada di zona hijau dan kuning untuk mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Namun dalam kondisi yang sewaktu-waktu dapat berubah ini, PJJ dirasa lebih aman untuk anak-anak.
Apalagi sekolah baru bisa buka jika pemerintah daerah (Pemda) setempat beserta orang tua siswa menyetujuinya.
• Begini Cara Mudah Daftar BLT Kartu Keluarga Sejahtera, Ikuti 4 Langkah ini Terima Uang Rp 500 Ribu
Belajar berbasis teknologi sudah menjadi hal yang lazim bagi sekolah yang ada di luar negeri. Tapi belum untuk Indonesia.
Metode PJJ adalah model belajar masa depan yang direncanakan terimplementasi pada 2030, namun akhirnya harus dilakukan jauh lebih awal.
Menurut Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit (Pakar Teknologi Informasi dan Akademisi), seperti yang dilansir di kompas.com, mengatakan terjadi loncatan besar di dunia pendidikan Indonesia.
Semua pihak kaget dan tergagap-gagap pada awal PJJ harus diterapkan.
Terlebih bagi pihak sekolah yang harus menyiapakan segala infrastruktur dan sistem penunjang.
Setelah mengadakan PJJ kurang lebih 5 bulan sekolah menurut Eko Indrajit seharusnya sudah bisa mengevaluasi proses belajar yang baik bagi siswa untuk metode belajar jarak jauh.
Berikut 3 poin hal yang menjadi perhatian evaluasi pihak sekolah:
1. Tidak Mengejar Ketuntasan Standar Kompetensi
Selama pembelajaran jarak jauh guru kesulitan mengejar penyampaian materi, akhirnya siswa diberikan banyak tugas agar ketuntasan kurikulum dapat dikejar.
Membebani siswa dengan begitu banyak tugas justru akan menyulitkan siswa dan orang tua.
Tugas bisa siswa selesaikan namun tidak ada jaminan pasti seluruh materi dapat dipahami siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-makarim-raker.jpg)