Sabtu, 18 April 2026

Terjadi Loncatan Besar di Dunia Pendidikan, Ada Tiga Poin Sekolah Harus Evalusi Proses Pembelajaran

Menurut Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, Pakar Teknologi Informasi dan Akademisi, terjadi loncatan besar di dunia pendidikan

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNNEWS / JEPRIMA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Raker tersebut beragendakan perkenalan dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

TRIBUNJABAR.ID - Saat ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) nampaknya sudah menjadi ke-normal-an baru yang harus dialami para pelajar.

Meski pada bulan Agustus kemarin, Mendikbud Nadiem Makarim telah memperbolehkan sekolah yang ada di zona hijau dan kuning untuk mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun dalam kondisi yang sewaktu-waktu dapat berubah ini, PJJ dirasa lebih aman untuk anak-anak.

Apalagi sekolah baru bisa buka jika pemerintah daerah (Pemda) setempat beserta orang tua siswa menyetujuinya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Raker tersebut beragendakan perkenalan dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Raker tersebut beragendakan perkenalan dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (TRIBUNNEWS / JEPRIMA)

Begini Cara Mudah Daftar BLT Kartu Keluarga Sejahtera, Ikuti 4 Langkah ini Terima Uang Rp 500 Ribu

Belajar berbasis teknologi sudah menjadi hal yang lazim bagi sekolah yang ada di luar negeri. Tapi belum untuk Indonesia.

Metode PJJ adalah model belajar masa depan yang direncanakan terimplementasi pada 2030, namun akhirnya harus dilakukan jauh lebih awal.

Menurut Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit (Pakar Teknologi Informasi dan Akademisi), seperti yang dilansir di kompas.com, mengatakan terjadi loncatan besar di dunia pendidikan Indonesia.

Semua pihak kaget dan tergagap-gagap pada awal PJJ harus diterapkan.

Terlebih bagi pihak sekolah yang harus menyiapakan segala infrastruktur dan sistem penunjang.

Setelah mengadakan PJJ kurang lebih 5 bulan sekolah menurut Eko Indrajit seharusnya sudah bisa mengevaluasi proses belajar yang baik bagi siswa untuk metode belajar jarak jauh.

Berikut 3 poin hal yang menjadi perhatian evaluasi pihak sekolah:

1. Tidak Mengejar Ketuntasan Standar Kompetensi

Selama pembelajaran jarak jauh guru kesulitan mengejar penyampaian materi, akhirnya siswa diberikan banyak tugas agar ketuntasan kurikulum dapat dikejar.

Membebani siswa dengan begitu banyak tugas justru akan menyulitkan siswa dan orang tua.

Tugas bisa siswa selesaikan namun tidak ada jaminan pasti seluruh materi dapat dipahami siswa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved