Virus Corona di Jabar
Pasien Positif Covid-19 Membeludak, Kota Tasikmalaya Kewalahan, Wagub Uu Minta Pusat Cairkan Bantuan
Bukan hanya itu, bantuan bagi pesantren terdampak pun harus diprioritaskan
TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah pusat diminta mencairkan bantuan anggaran Covid-19 bagi kabupaten dan kota yang sudah kewalahan menangani lonjakan kasus gelombang kedua.
Permintaan itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
Satu di antara wilayah yang kewalahan adalah Kota Tasikmalaya.
• KABAR BAIK SEKALI! Jutaan Guru Honorer dan Guru Agama Juga Bakal Dapat Bantuan Subsidi Upah
• Sepatu dari Kulit Ayam Keren Kota Bandung, Setiap Pasang Punya Cerita, Dijual Rp 400.000-Rp 6 Juta
Kota Tasikmalaya telah kewalahan dari jumlah tenaga medis dan anggaran yang sudah minim dengan adanya pasien positif Covid-19 membeludak dari klaster pesantren.
"Pak Wali Kota Tasikmalaya sudah sampaikan ke saya bahwa saat ini kewalahan dari segi anggaran dan tenaga medis,” ujar Uu kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2020).
“Saya minta ke pusat untuk segera cairkan bantuan anggaran bagi kabupaten/kota darurat Covid-19 dan bukan hanya berbentuk bantuan masker saja. Bukan hanya itu, bantuan bagi pesantren terdampak pun harus diprioritaskan," ucapnya.
Uu menilai Kota Tasikmalaya selama ini termasuk satu dari 5 daerah penanganan Covid-19 terbaik di Jawa Barat.
Berbagai langkah cepat dan antisipasi penyebaran Covid-19 terbukti mampu menurunkan kasus penyebaran corona pada gelombang pertama.

Uu pun meyakini dengan anggaran dan tenaga medis yang optimal, Kota Tasikmalaya mampu menangani kasus corona dengan maksimal.
"Makanya, kalau anggarannya maksimal dan tenaga medis optimal akan cepat lagi menangani penyebaran corona gelombang kedua ini dari klaster pesantren," kata Uu.
Bantuan 10.000 alat rapid test
Uu pun langsung bergerak cepat mengirimkan bantuan sebanyak 10.000 rapid test antigen kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/2020) kemarin.
Bantuan itu dikirimkan begitu dia mendengar informasi Kota Tasikmalaya darurat Covid-19 dengan munculnya klaster pesantren, keluarga, dan tenaga medis dengan jumlah pasien terkonfirmasi yang tiap harinya terus bertambah.
"Intinya, ada amanat langsung dari Pak Gubernur Jawa Barat Pak Ridwan Kamil yang harus segera disampaikan ke Pak Wali Kota Tasikmalaya, terkait penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Terutama amanat ke para pimpinan pondok pesantren dan memberikan 10.000 alat tes antigen ini," ujar Uu.
Gerak cepat Pemkot Tasikmalaya
Gerak cepat yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya sangat diapresiasi oleh Pemprov Jabar dan pusat meski dengan kekuatan anggaran dan tenaga medis seadanya.
Apalagi, penanganan Covid-19 di semua wilayah bergerak atas dasar nurani berupaya menyelamatkan nyawa masyarakat.
"Untuk kekurangan anggaran memang barusan disampaikan. Insyaallah kita akan bantu. Apalagi saat rapat gugus tugas tingkat Jabar, Kota Tasikmalaya termasuk 5 besar penanganan Covid-19 terbaik selama ini," katanya.
Uu pun sangat menyayangkan anggaran minim dan kekurangan tenaga medis di Kota Tasikmalaya, tapi masih bisa memerangi penyebaran Covid-19 sekuat tenaga.
Gelombang penyebaran Covid-19 dalam klaster pesantren di Kota Tasikmalaya selama ini memang tak diduga sebelumnya.
"Jadi ini sangat mengharukan bagi kami karena Kota Tasikmalaya yang sudah dijaga dari awal kini melonjak. Walaupun demikian ini berkat tim gugus tugasnya bergerak sudah luar biasa menjaga," ungkapnya.