Makin Luas, Warung Kopi Manis Cirebon Kini Bisa Menampung Pengunjung Lebih Banyak
Kabar gembira bagi para pelanggan setia Warung Kopi Manis yang berada di Jalan Soekarno - Hatta,
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kabar gembira bagi para pelanggan setia Warung Kopi Manis yang berada di Jalan Soekarno - Hatta, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Sebab, kedai kopi tersebut memperluas tempatnya sehingga bisa menampung pengunjung lebih banyak.
Pemilik Warung Kopi Manis, Anton Octavianto, mengatakan, sebelumnya kapasitas Warung Kopi Manis hanya 100 pengunjung, kini bertambah menjadi 150 pengunjung.
Menurut dia, penambahan kapasitas pengunjung itu dikarenakan dibangunnya Pendopo Sutan Syahrir di areal belakang Warung Kopi Manis.
• Ribuan Santri, Guru dan Pegawai Ponpes Husnul Khotimah Kuningan, Besok Swab Test Massal
"Kami merespon keinginan pengunjung untuk menambah kapasitas Warung Kopi Manis," kata Anton Octavianto kepada Tribuncirebon.com, Senin (28/9/2020).

Pendopo Sutan Syahrir yang dapat menampung 50-an pengunjung itu dikhususkan untuk smoking area.
Bangunan pendoponya tampak sederhana dan hanya terdapat satu sisi yang ditutupi tembok dari kayu.
Sementara tiga sisi lainnya dibiarkan terbuka sehingga pengunjung berhadapan langsung dengan hamparan sawah.
Jika cuaca cukup cerah maka pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Gunung Ciremai.
Meja dan kursi pengunjung juga tampak berderet rapih di Pendopo Sutan Syahrir tersebut.
"Banyak pengunjung anak-anak yang datang ke sini, sehingga kami pisahkan smoking area dan non smoking area," ujar Anton Octavianto.
• Berita Persib, Lawan PSM Makassar, Skuat Maung Bandung Bertolak Lebih Cepat ke Yogyakarta

Ia mengatakan, pendopo pertama yang dibangun untuk tempat pengunjung menyantap aneka menu yang disajikan diberi nama Pendopo Adam Malik.
Pendopo Adam Malik itu berkapasitas 100 orang dan menyatu dengan dapur dan kasir.
Anton menyampaikan, Warung Kopi Manis masih konsisten mengusung konsep tradisional tempo dulu.