Rabu, 8 April 2026

Pilkada Jawa Barat

Contohnya Nge-like Postingan Media Sosial, Itu Sudah Enggak Boleh

pihaknya menugaskan para pjs untuk selalu menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN)

tribunjabar/syarif abdussalam
Ridwan Kamil Kukuhkan Pjs Bupati dan Wali Kota, dari Yerry Yanuar hingga Dedi Supandi 

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengukuhkan tujuh penjabat sementara (pjs) bupati dan wali kota di Youth Sport Center Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/9/2020).

Pjs itu akan menggantikan sementara jabatan kepala daerah yang mengikuti masa kampanye Pilkada Serentak 2020.

"Itu semuanya tidak pernah menjabat sebagai Pjs di masa lalu. Jadi, memang kami memberikan rotasilah kira-kira, supaya kami juga di provinsi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, yang berkesempatan melakukan hal yang seperti ini," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Menurut dia, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, tujuh pjs ini akan mulai bekerja terhitung pada 26 September hingga 5 Desember 2020, atau berkisar dua bulan lebih.

Emil pun menitipkan sejumlah arahan kepada para pjs.

"Pertama, situasi kondusif sosial politik di wilayah pilkada ini menjadi prioritas nomor satu. Makanya saya tugaskan segera melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan Forkopimda, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, di wilayahnya," ujar Emil.

Yang kedua, menurut Emil, pihaknya menugaskan para pjs untuk selalu menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Tidak boleh ada gerakan-gerakan yang kecil sampai skala besar terkait keberpihakan yang melanggar prosedur dan aturan.

"Contohnya nge-like postingan media sosial, itu sudah enggak boleh. Apalagi secara fisik melakukan tindakan-tindakan," ucapnya.

Ketiga, ujar Emil, para pjs ini harus dengan cermat melakukan penganggaran APBD 2021.

Hal-hal yang sifatnya koordinasi dengan pemerintah provinsi harus lebih intens dilakukan supaya sinkron.

"Dan terakhir, kami tugaskan untuk mengendalikan pandemi secara maksimal karena pelaksanaan pilkada ini menjadi sorotan di seluruh Indonesia. Jangan sampai ada klaster baru di pilkada," katanya.

Menurut Emil, sejak dulu Jawa Barat terkenal dengan kedamaiannya saat pemilu, istilahnya tidak pernah ada peluru ditembakkan, tidak ada darah yang tumpah, dan tidak ada kaca bangunan yang pecah.

Oleh karena itu, dia berpesan situasi yang kondusif harus dijaga. (m syarif abdussalam)

7 Pjs Bupati dan Wali Kota di Jabar

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved