Breaking News:

Potensi Tsunami 20 Meter, Ini Kata Taruna Siaga Bencana Pangandaran, Relawan Terlatih Disiapkan

Tsunami yang melanda pesisir selatan Pulau Jawa pada 14 tahun itu menempatkan Pantai Pangandaran sebagai daerah yang mengalami kerusakan terparah

Penulis: Andri M Dani | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Istimewa
Sejumlah wisatawan di Pantai Barat Pangandaran Minggu (7/6/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - LIPI dan BPPT mengapresiasi kajian peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang potensi gempa kuat di zona megathrust dan potensi terjadinya tsunami 20 meter di selatan Jawa.

Selain itu, kajian para peneliti menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir pantai selatan Jawa Barat, termasuk Pangandaran.

Penelitian itu juga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Ada tiga program kesiapsiagaan yang sekarang ditingkatkan. Kajian ahli tentang megathrust dan potensi gempa besar dan tsunami 20 meter tidak bisa diabaikan,” ujar Koordinator Forum Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Nay Suryana, kepada Tribun Jabar, Sabtu (26/9/2020).

Tiga program kesiapsiagaan yang telah dan sedang dilaksanakan Tagana Pangandaran adalah membentuk dan menguatkan fungsi kampung siaga bencana (KSB) di desa.

Di desa yang sudah memiliki KSB, disiapkan relawan terlatih dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, juga ada Tagana Masuk Sekolah (TMS), yaitu program edukasi kepada para pelajar di daerah-daerah rawan bencana, gempa, dan tsunami.

Juga ada program Tagana Menjaga Alam (TGA).

Menurut Nay, TGA adalah upaya Tagana mengajak masyarakat di daerah rawan bencana melakukan mitigasi, seperti menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan membersihkan sampah dari sungai.

Adanya potensi gempa besar dan tsunami tinggi 20 meter yang menjadi dasar kesiapsiagaan, mengingat Pangandaran punya pengalaman bencana tsunami tahun 2006.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved