Senin, 20 April 2026

Menjelang Hari-hari G30S/PKI, Lagu Genjer-genjer Hits hingga Menjadi Bencana Disebut Atribut PKI

Akibat G30S/PKI sebagai pembalasan, siapapun yang tergabung dalam keanggotan gerakan tersebut diciduk dan dibantai, termasuk atribut yang berbau PKI

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Widia Lestari
Istimewa
Sampul Film 'Pengkhianatan G 30 S PKI'. 

TRIBUNJABAR.ID - Peristiwa kelam G30S/PKI menjadi sejarah yang tak bisa dilupakan bagi rakyat Indonesia.

Peristiwa yang disebut Gerakan 30 September mengakibatkan terjadinya pembantaian sepuluh tokoh militer, termasuk jenderal yang dikenang sebagai pahlawan revolusi.

PKI disebut-sebut sebagai golongan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Akibat G30S/PKI sebagai pembalasan, siapapun yang tergabung dalam keanggotan gerakan tersebut diciduk dan dibantai.

Bahkan semua atribut berbau PKI diberantas secara ganas dan masif di masa kepemimpinan Orde Baru.

G30S/PKI, Kisah Putri AH Nasution Loncat dari Ketinggian 2 Meter, Kaki Patah Sakitnya Masih Terasa

Selain logo palu arit, atribut yang disebut melambangkan PKI adalah lagu genjer-genjer.

Setelah peristiwa G30S/PKI terjadi, lagu genjer-genjer yang sempat populer di kalangan rakyat telah dilarang.

Senandung yang semula lagu rakyat itu berubah menjadi malapetaka dan bencana.

Lagu Genjer-Genjer diorbitkan oleh salah satu anggota Lekra itu tertuding sebagai atribut PKI.

Dilansir dari Instisari, sejarah mencatat, Lekra atau Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah golongan sastrawan.

Namun, lewat lagu dan sastranya mereka mengangkat politik hingga disebut alat propaganda bagi PKI.

Pasalnya, lagu genjer-genjer berasal dari daerah Banyuwangi itu menjadi lagu semacam kampanye bagi golongan Lekra.

Genjer-Genjer kerap dipentaskan dalam kesenian digandrungi rakyat Banyuwangi hingga menyebar ke pelosok daerah lainnya.

Meski begitu, lagu tersebut digemari oleh hampir seluruh lapisan rakyat kala itu.

Hingga akhirnya, peristiwa G30S/PKI terjadi lagu tersebut hening bak disuntik mati.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved