Temuan Beras Plastik Dari BPNT, Ini Kata YLKI
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan masih menunggu informasi terkait temuan beras plastik di Desa Sukaratu, Kabupaten Cianjur
Penulis: Ery Chandra | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur dihebohkan dengan adanya temuan beras plastik yang berasal dari bantuan pangan non tunai (BPNT).
Menanggapi temuan tersebut, Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan masih akan menunggu informasi terkait hal ini.
"Kami tunggu saja, klarifikasinya seperti apa. apakah memang biji plastik betulan?, apakah itu disengaja atau kealpaan?," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi saat dikonfirmasi Tribun via ponselnya, Minggu (20/9/2020).
Tulus hanya secara singkat menanggapi kabar tersebut.
• Plt Bupati Tunggu Hasil Investigasi, Camat Sebut Tak Temukan Biji Plastik pada Beras di di E-Warung
Ia belum bisa menanggapi lebih dalam terakait temuan beras plastik ini.
Namun pihaknya juga mempertanyakan segala kemungkinan bila benar beras bantuan tersebut adalah beras plastik.
"Terdapat seseorang secara dengan sengaja melakukan perbuatan tersebut. Atau juga ada oknum yang bermain, sengaja memasukkan ke dalam beras?," katanya.
Sebelumnya diberitakan, heboh adanya postingan di media sosial beruoa beras bantuan pangan non tunai (BPNT) plastik Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, membuat pihak kecamatan dan dinas sosial langsung menelusuri laporan tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Amad Mutawali, mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya kabar tersebut.
• Warga Cianjur Sudah Terlanjur Konsumsi Beras Plastik, Bantuan Pangan Non Tunai
"Saya sudah memerintahkan petugas untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut, sampai saat ini saya belum menerima kabar dari lapangan," ujar Mutawali di Cianjur, Minggu (20/9/2020).
Mutawali mengatakan wilayah Desa Sukaratu sebagai penerima bantuan BPNT dari Kementerian Sosial.
Camat Bojongpicung, Ejen Zainal Mutaqin, mengatakan, pihaknya juga sedang berada di lapangan untuk menelusuri para penerima manfaat.
"Saya sedang berada di lapangan untuk menelusuri kebenarannya, kebetulan hujan deras di sini, kami belum bertemu dengan warga yang diduga menerima beras plastik tersebut," kata camat melalui sambungan telepon, Minggu (20/9/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pihak-kecamatan-melakukan-investigasi-di-e-warong-wilayah-desa-sukaratu.jpg)