Virus Corona
DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Kasus Covid-19 Terbanyak, Bagaimana dengan Jawa Barat?
penambahan kasus positif hari ini sebanyak 4.168 orang, sehingga total pasien positif sejumlah 240.687 orang
TRIBUNJABAR.ID - Penambahan kasus positif Covid-19 pada Sabtu (19/92020) mencapai 4.168 orang.
DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak di Indonesia pada hari ini Sabtu (19/9/2020).
Berdasarkan data pemerintah, penambahan kasus positif corona di DKI Jakarta berjumlah 988 kasus.
Jumlah ini sebenarnya lebih sedikit dibanding kemarin, Jumat (18/9/2020) dengan penambahan 1.258 kasus.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan terbanyak kedua dengan 470 kasus positif.
Lalu disusul Jawa Timur dengan penambahan 379 kasus positif.
Pada posisi keempat, terdapat Provinsi Riau dengan penambahan 303 kasus positif.
Berikutnya Jawa Tengah dengan 271 kasus positif.
Seperti diketahui, merujuk data di situs covid19.go.id, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 4.168 orang, sehingga total pasien positif sejumlah 240.687 orang.
Angka ini merupakan rekor, karena sebelumnya jumlah penambahan angka positif corona di Indonesia belum pernah mencapai angka ini.
Sementara penambahan pasien yang dinyatakan sembuh pada hari ini berjumlah
3.576 sehingga total pasien yang sembuh sebanyak 174.350 orang.
Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 pada hari ini bertambah 112, menjadi total 9.448 orang.
Suspek Covid-19 pada hari ini berjumlah 107.863 orang.
Pencegahan virus corona menurut WHO
Menurut WHO, Langkah-langkah perlindungan dari virus corona adalah tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19.
Hal tersebut tersedia di web WHO atau melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal.
Cara mencegah kemungkinan terinfeksi COVID-19 adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana seperti berikut ini:
1. Cuci tangan teratur
Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.
Alasannya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.
2. Social distancing
Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa saja yang batuk atau bersin.
Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.
Jika terlalu dekat, maka tetesan air bisa terhirup, termasuk virus Covid-19 jika orang tersebut menderita batuk.
3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat terpapar virus.
Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.
Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.
Pastikan orang-orang di sekitarmu, mengikuti 'kebersihan pernapasan' yang baik.
Ini berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.
4. Segera buang tisu bekas
Karena tetesan yang tertampung pada tisu bisa menyebarkan virus.
Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, maka bisa melindungi orang-orang di sekitarmu dari virus seperti flu dan Covid-19.
5. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat
Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.
Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah setempat.
Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan bisa dengan cepat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.
Ini juga akan melindungimu dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
Ikuti perkembangan Covid-19 terbaru (kota atau area lokal di mana Covid-19 menyebar luas.
Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut terutama untuk orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung, atau paru-paru.
Karena memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena Covid-19 di salah satu area ini.