Kisah Pilu Keluarga Penjual Keripik Bawang, Anak Menahan Lapar, Ayah Cuma Bawa Uang Rp 5 Ribu
Kisah pilu keluarga mendiang Agustinus Simorangkir terungkap setelah pria penjual keripik bawang itu meninggal
TRIBUNJABAR.ID - Kisah pilu keluarga mendiang Agustinus Simorangkir terungkap setelah pria penjual keripik bawang itu meninggal di depan mata anggota DPR RI Dedi Mulyadi, pekan lalu.
Ny Lenny Silitonga, istri almarhum Agustinus Simorangkir, menceritakan tentang kondisi terakhir keluarga menjelang kematian suaminya kepada Dedi Mulyadi di Purwakarta, Sabtu (12/9/2020).
Menurut Lenny, beberapa bulan menjelang suaminya meninggal, kondisi ekonomi keluarganya sangat terpuruk.
Pasangan Agustinus Simorangkir dan Lenny Silitonga memiliki dua anak. Namun kondisi kedua anaknya tak seperti anak lain pada umumnya.
Anak pertama tak bisa berjalan dan anak kedua tak bisa berjalan juga tak bisa berbicara.
Lenny mengatakan, kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk membuat ia, suami, dan kedua anaknya kerap tidak makan karena tak punya uang.
"Pernah waktu itu, anak-anak seharian menahan lapar. Ayahnya baru tiba pukul 22.00 malam tapi cuma bawa uang Rp 5 ribu. Kata ayahnya, "udah belikan saja mie gelas buat anak-anak". Uang itu pun dibelikan mie gelas agar dua anak kami bisa makan. Saya dan suami sendiri tidak makan," kata Lenny, sambil terisak.
• PSBB DKI Jakarta Jadi Diberlakukan? Anis Akan Umumkan Hari ini, Berkut Garis Besar Kebijakan PSBB

Malam itu juga, kata Lenny, suaminya pergi kembali. Dan menjelang tengah malam, Agustinus Simorangkir membawa satu liter beras. "Saya enggak tahu dia dapat beras darimana," kata Lenny.
Lenny mengatakan, ia dan suaminya tak punya penghasilan lain kecuali dari menjual keripik bawang hasil buatan mereka sendiri.
Selain sulit mendapatkan sesuap nasi, keluarganya kata Lenny, juga kesulitan mengobati kedua anaknya yang sakit.
Dulu, lanjut Lenny, saat ada program Jampis (Jaminan Pengobatan Purwakarta Istimewa), satu program keseehatan dari Pemkab Purwakatrta untuk warga miskin, keluarganya bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP dan KK.
Kini setelah Jampis digantikan oleh BPJS, pengobatan untuk kedua anaknya menjadi rumit. Untuk kartu BPJS sendiri, keluarga mendiang Agustinus Simorangkir, difasilitasi oleh pihak gereja.
Meski kondisi ekonomi keluarganya terpuruk, kata Lenny, ia tidak pernah bertengkar dengan suaminya gara-gara soal ekonomi.
"Suami saya selalu bilang, nanti bakal ada jalannya. Nah ternyata jalannya itu justru setelah suami saya meninggal, kami sekarang dibantu Pak Dedi Mulyadi," kata Lenny.
Menurut Lenny, pertemuan suaminya dengan Dedi Mulyadi di hari terakhir kehidupannya di dunai sudah kehendak Tuhan. "Sepertinya suami saya menitipkan kami ke Pak Dedi," kata Lenny.
• Bulan September Ini Masih Ada Program Stimulus Listrik, Begini Cara Dapat Token Gratis