Heboh Paguyuban Tunggal Rahayu

Heboh Paguyuban Tunggal Rahayu Mirip Sunda Empire, Bakorpakem Garut Langsung Bergerak

Memang sedang kami bahas, pagi tadi sudah dibahas di Kesbangpol. Intel Kejari juga sudah merapat

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala Bakesbangpol Garut, Wahyudijaya menunjukkan uang pecahan 20.000 bergambar pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu di Kantor Bakesbangpol Garut, Selasa (8/9/2020). Uang itu dijadikan alat transaksi para pengikut paguyuban. 

TRIBUNJABAR.ID - Paguyuban Tunggal Rahayu yang disebut mirip dengan Sunda Empire tengah diselidiki Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Garut.

Paguyuban itu telah mengubah lambang negara untuk dijadikan logo organisasinya.

Ketua Bakorpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait kemunculan Paguyuban Tunggal Rahayu.

Intelijen dari Kejari Garut juga sudah dikerahkan untuk memantau paguyuban tersebut.

"Memang sedang kami bahas, pagi tadi sudah dibahas di Kesbangpol. Intel Kejari juga sudah merapat dengan Kesbang, bersama dengan Polres dan Kodim," ucap Sugeng saat dihubungi, Selasa (8/9/2020).

Dia akan mengundang semua anggota Bakorpakem untuk membahas Paguyuban Tunggal Rahayu.

Pihaknya akan mengkaji keberadaan paguyuban itu.

"Nanti rekomendasi hasil pembahasan dari Bakorpakem akan disampaikan ke pemerintah daerah untuk tindak lanjutnya. Tentu kalau melanggar ada proses hukum yang bisa dilakukan," katanya.

Menyangkut pelanggaran lambang negara yang dijadikan logo paguyuban, Sugeng menuturkan ada ketentuan yang mengikat masalah itu.

Dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Lambang Negara, ada ketentuan yang tak boleh mengubah lambang negara.

"Itu akan diserahkan ke kepolisian untuk dilakukan penyelidikannya. Sudah ada aturannya soal lambang negara. Undang-undang itu tentu mengikat," ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku terhadap uang yang dibuat oleh paguyuban itu. Ada Undang-undang soal mata uang yang mengaturnya.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail apakah uang itu telah beredar atau tidak.

"Masih perlu diteliti lagi soal uang itu. Kalau beredar dan dipakai transaksi jelas sudah melanggar. Yang jelas Bakorpakem sudah mulai bergerak untuk melakukan penyelidikan," ujarnya. (firman wijaksana)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved