Breaking News:

Satu di Antara Tanda Terkena Covid-19 Adalah Happy Hypoxia, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Satu di anttara gejala Covid-19 yang baru-baru ini diidentifikasi, yaitu happy hypoxia.

DOKUMENTASI BNPB
Dokter spesialis paru Erlina Burhan dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satu di antara gejala Covid-19 yang baru-baru ini diidentifikasi, yaitu happy hypoxia. Happy hypoxia merupakan suatu kondisi seseorang yang kekurangan oksigen

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, penderita tak mengalami sesak napas atau gejala lain, sehingga orang tersebut merasa baik-baik saja.

"Pasiennya tidak sesak, tidak kelihatan sesak jadi katanya happy-happy saja, nonton tv, masih nge-Zoom, tapi sebetulnya sudah terjadi hypoxia atau kekurangan oksigen," kata Erlina dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (4/9/2020).

Erlina mengatakan, jika seseorang mengalami kekurangan oksigen, biasanya otak akan memerintahkan tubuh untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dengan bernapas lebih cepat.

Maka, setelah berolahraga atau berkegiatan berat, biasanya seseorang bernapas dengan tersengal-sengal.

Hal itu tidak terjadi pada penderita Covid-19 yang mengalami happy hypoxia.

Menurut Erlina, infeksi virus corona yang luas akan menghambat sinyal tubuh untuk memberi tahu otak bahwa telah terjadi kekurangan oksigen. Sehingga penderita happy hypoxia terlihat bernapas seperti biasa.

Dewan Berharap Ada Kajain Lebih Mendalam Sebelum Jam Malam Diberlakukan di Kota Bandung

Kerap Disangka Bule, Dua Anak Kembar di Wonogiri Sering Diajak Foto Bareng, Viral di Medsos

"Pada infeksi virus Covid ini sinyal tersebut dihambat oleh inflamasi maka tidak ada sinyal ke otak," ujar Erlina.

"Jadi kalau diperiksa darahnya kadar oksigennya rendah tetapi masih tidak sesak, tidak terlihat tersengal-sengal," tuturnya.

Erlina menyebut, happy hypoxia berbahaya lantaran dalam waktu dekat penderita akan mengalami penurunan kesadaran.

Oleh karena itu, Erlina mengimbau orang yang mengalami demam, batuk, dan pusing untuk segera menghubungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

"Apalagi kalau kemudian gejalanya bertambah berat, walaupun belum sesak segera datang ke rumah sakit karena kemudian di rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan foto thorax dan diperiksa saturasi oksigen Anda untuk mengetahui apakah Anda kekurangan oksigen atau tidak," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Dokter soal "Happy Hypoxia": Penderita Covid-19 Tak Sesak Napas meski Kekurangan Oksigen"

Editor: Giri
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved