Virus Corona di Jabar
Kasus Positif Covid-19 di Majalengka Melonjak, Bupati : Sudah Transmisi Lokal
Sekarang ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bukan lagi imported case, tapi sudah transmisi lokal
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Bupati Majalengka, Karna Sobahi, angkat bicara terkait melonjaknya kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Majalengka.
Pihaknya, meminta semua lapisan masyarakat untuk ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka dengan tidak bosan untuk menerapkan protokol kesehatan.
Sebab, lanjut Karna, sekarang ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bukan lagi imported case, tapi sudah transmisi lokal seperti di Kecamatan Leuwimunding yang 9 orang dinyatakan positif Virus Corona.
• Hasil Swab Test Bayi yang Ibunya Positif Covid-19 di Sumedang Diupayakan Bisa Keluar Cepat
"Ini harus dicegah oleh kita semua dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir," ujar Karna saat ditemui di Lapangan Tenis Setda, Jumat (28/8/2020).
Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Majalengka ini, daya jelajah penyebaran virus sudah sangat luar biasa.
Sebab, banyak yang positif tidak mengalami gejala seperti pada umumnya.
Selain itu, juga saat ini telah terjadi peningkatan jumlah kasus yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir ini.
• Ini Cara Robert Alberts Pertahankan Semangat Pemain Persib Bandung, Walaupun Harus Dipotong Gaji
"Jika Maret-Juli 2020 itu Majalengka hanya memiliki 7 kasus positif Covid-19, tapi setelah dibuka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) lonjakannya terus meningkat tajam dan saat ini sudah 55 orang positif," ucapnya
Karna mengemukakan, di Kabupaten Majalengka kasus imforted case virus Corona itu selain terjadi pada individu juga terbagi ke dalam beberapa klaster yakni Pamekasan Madura menimpa orang Malausma.
Klaster Medan menimpa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas DP3KB bersama keluarganya.
Kemudian, klaster rumah sakit di Cirebon yang menimpa perawat, dokter, dan tenaga kesehatan.
"Selanjutnya kluster Brebes menyerang warga Sindangkasih Majalengka dan klaster Semarang warga Kecamatan Leuwimunding," jelas dia.
Kebijakan saat ini, lanjut dia, Gugus Tugas memberlakukan isolasi mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak mengalami gejala.
Sedangkan, yang memiliki penyakit penyerta dan perlu dirawat disediakan ruang isolasi di dua rumah sakit di Kabupaten Majalengka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bupati-majalengka-karna-sobahi-188.jpg)