Persib Bandung
Teja Paku Alam Ingin Akhiri ''Kutukan'' Bersama Persib Bandung, Singgung Zulham Zamrun
Teja Paku Alam tentu saja tidak mau dianggap sebagai "pembawa sial", termasuk ke Persib Bandung
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Saat diumumkan menjadi pemain baru Persib Bandung, Teja Paku Alam disambut banyak keraguan.
Keraguan sejumlah kalangan terhadap Teja Paku Alam terutama berkaitan dengan jejak rekamnya bersama dua klub terdahulu, Sriwijaya FC dan Semen Padang. Teja dianggap gagal menyelamatkan dua tim itu dari degradasi.
Meskipun hanya bagian kecil kemerosotan Sriwijaya FC dan Semen Padang, Teja Paku Alam tentu saja tidak mau dianggap sebagai "pembawa sial", termasuk ke Persib Bandung.
Kiper asal Painan, Sumatra Barat, itu justru berusaha mengakhiri "kutukan" tersebut bersama Pangeran Biru.
Bahkan, impian Teja lebih dari sekadar lolos dari degradrasi, tetapi membantu Maung Bandung meraih titel juara.

Tanda-tanda mimpi itu terwujud tampak di tiga laga perdana Liga 1 2020. Dia menjadi pilihan utama pelatih kiper Luizinho Passos.
Saat Persib Bandung lawan PSS Sleman, Teja Paku Alam memang batal tampil. I Made Wirawan yang berada di bawah gawang, tapi nama Teja sempat masuk daftar pemain utama. Ia mengalami cedera sebelum laga.
• Kesan Pertama Robert Alberts Usai Melihat Tiga Pemain Muda Berlatih Bersama Persib Senior
• Kondisi Terkini Si Bungsu Persib, Beckham yang Sakit Saat TC Timnas U-19, Dokter Ucap Alhamdulillah
Dari dua pertandingan yang telah diikuti Teja Paku Alam, gawang Maung Bandung hanya kebobolan sekali.
Setelah kompetisi sempat terhenti lama akibat pandemi Covid-19 dan dilanjutkan lagi mulai 1 Oktober nanti, posisi kiper utama masih mungkin berubah.
Passos masih memiliki tiga pilihan selain Teja, yakni Made, Dhika Bayangkara, dan Aqil Savik. Persaingan untuk menjadi "nomor satu" sedang berlangsung.
Demi menjadi pilihan pertama, Teja Paku Alam melahap semua program dari Passos tanpa keluhan. Satu di antaranya jadwal latihan para kiper yang dimulai lebih awal dibandingkan para pemain lain.
Jika mayoritas pemain Persib Bandung dijadwalkan berlatih pukul 09.00, Teja dan tiga rekan kipernya berlatih sejak pukul 08.30 atau bahkan pukul 08.00.
"Berlatih lebih awal malah lebih bagus karena (variasi) latihan kiper lebih banyak," ujar Teja Paku Alam setelah latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (25/8/2020).
Ancaman kelelahan karena berlatih lebih lama dibandingkan Supardi dan kawan-kawan, ucapnya, akan mengasa ketahanan konsentrasi para kiper.

• Profil dan Sepak Terjang Erwin Ramdani, Gelandang Lincah Persib Bandung yang juga Anggota TNI
• Pelatih Persib Bandung Ingin Uji Coba Lawan Tim Sekelas
Kans Persib Bandung untuk meraih gelar juara musim ini sangat terbuka. Dari sisi materi pemain pun, Pangeran Biru punya segalanya.