Ronaldinho Akhirnya Benar-benar Bebas dari Status Tahanan Selama 5 Bulan di Paraguay
Sang legenda sepak bola Brasil, Ronaldinho akhirnya bisa menghirup udara segar, setelah dibebaskan dari status tahanan penjara di Paraguay.
Ronaldinho diketahui tidak memiliki paspor Brasil karena mendapatkan sanksi dari pemerintah negara asalnya.
Paspornya disita oleh pihak berwajib di Brasil usai dirinya menerima hukuman karena kasus pelanggaran lingkungan pada tahun 2018.
Sanksi itu diberikan lantaran Ronaldinho terbukti melakukan tindakan ilegal dengan membangun jebakan ikan tanpa izin di Danau Guaiba, sebuah area yang dilindungi oleh Pemerintah Brasil, pada tahun 2015.
Terlilit utang hingga buat pemancingan ilegal
Pemain terbaik dunia tahun 2004 dan 2005, Ronaldinho, kian terpuruk. Kini mantan pemain Barcelona itu terancam masuk penjara akibat tuduhan menggunakan paspor palsu.
Masalah ini memperburuk keadaan dirinya yang sebelumnya dikabarkan memiliki banyak utang dan terancam bangkrut.
Hidupnya berubah setelah tak lagi merantu di Eropa dan kembali pulang Brazil.
Usai masa baktinya habis di AC Milan pada Januari 2011, pria dengan giginya yang khas ini pulang kampung ke Brazil untuk memperkuat Flamengo.
Di Flamengo awalnya hidup Ronaldinho baik-baik saja. Selain mendapat gaji tetap 100 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,8 miliar) per minggu, dia juga masih mengantongi fulus dari iklan-iklan yang dibintanginya.
CocaCola, EA Sports, Gatorade, NIKE, dan Pepsi jelas bukan merek sembarangan. Jika digabung, produk-produk itu bisa memberi Ronaldinho upah 80-100 juta poundsterling (sekitar Rp 1,5-1,8 triliun) di kontraknya.
Nasib Ronaldinho mulai berubah tahun 2012. Flamengo tak mampu membayar penuh gajinya dan memutuskan untuk memotong penghasilan sang pemain.

Dari 100 ribu jadi 24 ribu poundsterling (sekitar Rp 449 juta) per pekan.
Ronaldinho merasa uang itu tidak mencukupi biaya hidupnya. Dia kemudian berpindah-pindah klub ke Atletico Mineiro, Queretaro (Meksiko), dan Fluminense.
Di klub yang disebut terakhir, Ronaldinho kabarnya menerima bayaran 150 ribu poundsterling (sekitar Rp 2,8 miliar) per pekan.
Tapi lagi-lagi, kucuran uang itu tidak berlangsung lama. Kontraknya lagi-lagi tak berlanjut karena klub tidak kuat menanggung gajinya.