Laris Manisnya Empat Jenis Madu Maribaya Hasil Ternak Koswara Selama Pandemi
omzet penjualan yang meningkat tajam selama tiga bulan terakhir dengan total penjualan sekitar 500 kilogram
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masa pendemi korona tidak selamanya merugikan. Pasalnya, banyak juga yang merasakan dampak positifnya. Satu di antaranya dialami peternak lebah madu di Maribaya, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Koswara (40), peternak lebah madu, mengaku meraup omzet penjualan yang meningkat tajam selama tiga bulan terakhir.
“Penjualan naik 200 persen ketika masa PSBB untuk empat jenis madu, yakni serena, militera, trigona, dan serota. Selama tiga bulan total terjual sekitar 500 kilogram,” ujar Koswara kepada Tribun Jabar, Selasa (25/8/2020).
Ia mengatakan, selama masa pendemi pemesanan yang banyak berasal dari perusahaan-perusahaan dari luar kota seperti Makassar, Jambi, Riau, dan Padang.
“Biasanya perusahaan itu membeli madu yang diberikan buat para pegawai untuk kesehatan mereka,” ujarnya.
Koswara juga sangat bersyukur selama pandemi korona bisa meraup untung. “Alhamdulillah ada hikmahnya bagi saya. Meskipun penjualan secara langsung tidak ada karena toko ditutup, penjualan lewat online meningkat,” ujarnya.
Koswara menambahkan, banderol empat jenis madu tersebut berkisar Rp 250.000- 750.000 per kilogram. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/koswara-peternak-lebah-madu.jpg)