Sering Terjadi Kecelakaan, Begini Upaya yang Dilakukan Pengelola Tol Cipali
Tabrakan maut di Tol Cipali KM 150+300 wilayah Kabupaten Majalengka, meninggalkan luka yang mendalam
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Tabrakan maut di Tol Cipali KM 150+300 wilayah Kabupaten Majalengka, meninggalkan luka yang mendalam bagi para korban.
Pasalnya, kecelakaan yang mengakibatkan tiga kendaraan yakni truk, bus, dan elf itu memakan 14 korban.
Dari jumlah korban itu, 4 korban dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Sedangkan, 3 orang mengalami luka berat dan 7 lainnya luka ringan.
• Heboh Video Memancing Dikira Dapat Ikan Besar Malah Dapat Benda Berambut Panjang, Kuntilanak Air?
General Manager Operation Tol Cipali, Suyitno mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya secara berkala dalam menertibkan kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Salah satunya, bekerjasama dengan pihak kepolisian daerah Jawa Barat.
"Dengan pihak kepolisian, kami hadirkan operasi speed gun serta selalu berupaya memberikan edukasi terkait batas kecepatan minimal 60 km dan maksimal 100 km saat berkendara di jalan tol," ujar Suyitno, Senin (24/8/2020).
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemasangan wire rope, lampu rotator dan Marka speed reducer dalam menekan angka kecelakaan di jalan tol.
Selain itu, di sisi kanan kiri badan jalan juga dipasang rumble dot.
"Seluruh upaya itu, kami lakukan sebagai bentuk upaya keselamatan yang dilakukan dalam meminimalisir kejadian kecelakaan di Tol Cipali," ucapnya.
• BLT Rp 2,4 Juta untuk UKM Diluncurkan Siang Ini, Dibagikan ke 12 Juta UKM, 742.422 Sudah Terima Uang
Suyitno menambahkan, tidak henti-hentinya juga para jajaran Astra Tol Cipali mengingatkan kepada para pengguna jalan agar selalu tertib dalam berkendara.
Selalu, mengecek kembali kondisi kendaraan sebelum bepergian.
"Setelah 4 jam berkendara atau sudah mengantuk segera berisitirahat di rest area yang tersedia," jelas dia.