Sabtu, 2 Mei 2026

Reaksi Thomas Tuchel Setelah Paris Saint-Germain Dikalahkan Bayern Munchen di Final Liga Champions

Pelatih PSG, Thomas Tuchel terkejut dengan strategi yang diterapkan pelatih Bayern Munchen di final Liga Champions.

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sky Sports
Thomas Tuchel 

Pelatih PSG, Thomas Tuchel terkejut dengan strategi yang diterapkan pelatih Bayern Munchen di final Liga Champions

PSG kalah 0-1  dari  Bayern Munchen dalam laga final Liga Champions, Senin (24/8/2020).

Berlangsung di di Estadio da Luz, Kingsley Coman berhasil mencetak gol tunggal pada pertandingan tepatnya paruh kedua menit 59.

Gol Coman yang pernah berseragam PSG membuat Bayern Munchen resmi menjadi juara Liga Champions musim ini.

Kekalahan ini pun mengundang reaksi Thomas Tuchel yang menjabat sebagai pelatih PSG.

Ia menyebut pertandingan ini berjalan layaknya dua tim yang mempunyai komposisi pemain setara.

Namun Tuchel juga tak mengelak bahwa Bayern Munchen berhasil menguasai permainan dan ada peluang yang mengancam gawang timnya.

"Pertarungan besar antara dua tim yang kuat, tim yang sangat setara. Sedikit lebih banyak penguasaan bola untuk Bayern dan sedikit lebih percaya diri dengan bola, setuju."

"Momen yang sangat berbahaya bagi kami. Dua peluang yang sangat bagus untuk mencetak gol," kata Tuchel dikutip dari laman BBC.

Mantan pelatih Borussia Dortmund ini pun mengatakan gol Kingsley Coman sedikit membawa dampak pada mental bermain pemain PSG.

Penurunan mental bermain ini pun disayangkan oleh Tuchel lantaran gagal menyamakan kedudukan ataupun comeback.

"Saya memiliki perasaan sebelumnya bahwa mungkin gol pertama menentukan pertandingan ini. Sayang sekali kami tidak bisa melakukannya karena itu akan menjadi hambatan besar bagi mereka," terangnya.

Hansi Flick Puji Kingsley Coman yang Mencetak Gol Bayern Munchen di Final Liga Champions

"Sebuah tantangan bagi mereka untuk datang lagi dan membalikkannya. Kami membutuhkan ini meningkatkan mungkin dari 1-0 untuk menunjukkan kualitas."

"Kami menunjukkan pertarungan yang luar biasa. Sangat mungkin untuk memainkan permainan yang sama lagi dan menang 1-0," imbuhnya.

Pelatih kelahiran 29 Agustus 1973 ini juga tak menyangka kontra strategi yang dilakukan Hansi Flick.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved