Sabtu, 11 April 2026

Duka Ibu Muda yang Kehilangan Bayinya, Ketuban Sudah Pecah Tak Ditangani, RS Minta Hasil Rapid Test

Seorang ibu yang hendak melahirkan diminta hasil rapid test. Padahal ketuban sudah pecah dan keluar banyak darah. Sang bayi akhirnya meninggal dunia.

Editor: taufik ismail

TRIBUNJABAR.ID - Penantian Gusti Ayu Arianti (23) untuk segera menimang buah hati sirna.

Anak yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia.

Tangisnya pun pecah.

Padahal Arianti juga sudah menyiapkan nama untuk bayinya.

Bayi itu rencananya akan diberi nama I Made Arsya Prasetya Jaya.

Warga Kota Mataram itu kehilangan bayinya lantaran terlambat mendapatkan pertolongan.

Ia merasa ketubannya sudah pecah, tapi tak bisa langsung ditangani karena harus ada rapid test.

"Ketuban saya sudah pecah, darah saya sudah banyak yang keluar dari rumah, tapi saya tidak ditangani, kata petugas saya harus rapid test dulu, tapi di RSAD tidak ada fasilitas rapid test, saya diminta ke puskesmas untuk rapid test," kata Arianti.

Arianti menceritakan, awalnya ia yang sedang mengandung merasakan sakit perut, Selasa (18/8/2020) pagi.

Saat itu ada cairan yang disertai darah keluar.

Bersama suami dan ibunya, Arianti diantar ke RSAD Wira Bhakti Mataram.

Meski telah mengatakan kondisi ketubannya pecah, petugas secara mendadak meminta Arianti melakukan rapid test terlebih dahulu.

"Saya juga lapor kalau ketuban saya pecah dan ada banyak darah," ujar dia.

"Mereka bilang tidak ada fasilitas rapid test (di tempat tersebut), tapi tidak menyarankan saya rapid test di laboratorium karena akan lama keluar hasilnya," kata Arianti.

Walaupun telah memohon agar tim medis memeriksa kondisi kandungannya, petugas tetap menolak dan meminta Arianti lebih dulu menjalani rapid test di Puskesmas terdekat.

Sumber: Kompas
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved