Baru 71 SMA/SMK di Jabar yang Siap Gelar Belajar Secara Tatap Muka
Sekretaris Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan hanya 71 sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat yang siap kembali membuka sekolahnya untuk kegiataan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
Setelah dilakukan verifikasi, 71 sekolah ini dinilai sudah bisa menjalani kegiatan sekolah secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Sekolah-sekolah ini pada dasarnya berada di kecatan zona hijau atau kecamatan yang belum tersentuh kasus Covid-19 sejak awal.
"Ada seperti yang sudah disampaikan, di beberapa daerah seperti Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Sukabumi. Ada juga di Indramayu," ujar Daud di Gedung Sate, Selasa (18/8/2020).
• Chilibeli Merambah ke Bandung, Hadir di 9 Kecamatan, Bisa Jadi Solusi Bagi Ibu Rumah Tangga Cerdas
Daud mengatakan sekolah yang telah membuka aktivitas belajar secara tatap muka di sekolah ini sudah dipastikan lolos dalam tahapan verifikasi oleh tim di gugus tugas setiap kabupaten atau kotanya masing-masing.
Artinya protokol kesehatan di sekolah itu pun sudah bisa dilaksanakan termasuk dalam penggunaan sistem belajar secara bergantian antara sistem daring dan luring.
"Sekolah harus betul-betul siap melakukan protokol kesehatan. Mulai dari penyediaan fasilitas cuci tangan, siswa pakai masker dan face shield, kemudian juga harus ada komitmen dengan komite sekolah oke tidak anaknya sekolah," ujarnya.
Menurutnya, selain menerapkan protokol kesehatan, sekolah yang akan membuka kembali kegiatan tatap muka ini para guru yang mengajarnya harus mengikuti swab test terlebih dahulu.
Ketika seluruh aturan sudah dipenuhi maka akan ada pengecekan kembali dari tim gugus tugas masing-masing kabupaten kota.
• Grup Band Asal Palabuhanratu Jadi Korban Tersambar Petir di Banten, Lihat Ada Warga yang Meninggal
"Gurunya harus dites swab. Ini keputusan di gugus tugas kabupaten kota. Kecamatan yang bisa gelar ini awalnya 257, menjadi 248, sekarang tinggal 228 kecamatan zona hijau. Kalau ini berjalan, dan ada yang terpapar, itu bisa ditutup lagi sekolahnya," tuturnya.
Daud mengatakan orang tua siswa pun bisa mengajukan izin ketika mereka keberatan membiarkan anaknya kembali belajar secara tatap muka, dan hanya menginginkan belajar secara daring.
Pihak sekolah harus menyediakan berbagai fasilitas penunjang tersebut, baik luring maupun daring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-daud-achmad.jpg)