Breaking News:

Sekolah Harus Menjamin Protokol Kesehatan Dilaksanakan Jika Gelar KBM Tatap Muka

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan klasifikasi zona risiko penyebaran Covid-19 yang lebih terperinci sampai tingkat kecamatan.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Sekolah Harus Menjamin Protokol Kesehatan Dilaksanakan Jika Gelar KBM Tatap Muka
Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Beberapa sekolah di Jawa Barat mulai mempersiapkan diri melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan klasifikasi zona risiko penyebaran Covid-19 yang lebih terperinci sampai tingkat kecamatan. Hal itu dilakukan untuk menentukan bisa atau tidaknya sekolah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di gedung sekolah.

Jika Provinsi Jawa Barat menentukan hanya kecamatan yang masuk zona hijau atau risiko rendah penularan Covid-19 yang dapat kembali menggelar tatap muka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan kabupaten atau kota yang masuk zona hijau dan kuning pun dapat menggelar sekolah tatap muka.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan, pihaknya tetap akan memberikan izin kepada daerah yang ingin membuka kembali sekolah di kecamatan zona hijau tersebut. Tapi persyaratan untuk sebuah sekolah bisa belajar tatap muka harus ketat mengikuti aturan protokol kesehatan.

"Dasarnya masih kecamatan, tapi dengan syarat ketat. Termasuk jika di kecamatan tersebut ada blankspot (kawasan tanpa sinyal internet)," ujar Daud melalui ponsel, Minggu (9/8/2020).

Daud mengatakan, semua izin pemberlakuan sekolah tatap muka kembali akan dikeluarkan pemerintah kabupaten dan kota setempat. Menurutnya, pemerintah di tingkat kabupaten dan kota lebih paham kondisi sekolah yang hendak membuka belajar tatap muka ini.

Sekolah, katanya, sebisa mungkin menerapkan protokol kesehatan ketika ingin menjalankan kegiatan belajar secara tatap muka. Meski demikian, nantinya orang tua peserta didik pun memiliki hak untuk memberi izin atau tidak memberi izin kepada anaknya untuk ikut belajar di sekolah.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, ada 163 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori zona kuning atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Selain zona hijau, zona kuning ini pun diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka secara langsung di sekolah.

"Kalau dilihat pada peta zona per 2 Agustus, ada 163 wilayah zona kuning yang kiranya bisa melakukan pembelajaran tatap muka sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Doni Monardo dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (8/8/2020).

Pemerintah melalui surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri menyepakati untuk memperbolehkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung di sekolah yang berada di zona hijau dan kuning.

Cara Warga Tinumpuk Indramayu Ketuk Hati Pemerintah, Perbaiki Jalan Provinsi Gunakan Dana Pribadi

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved