Kalangan Pesantren Minta Dilibatkan dalam Penobatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon
Jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon masih kosong setelah berpulangnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon masih kosong setelah berpulangnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, pada pekan lalu.
Sesepuh Pesantren Bendakerep Cirebon, KH Muhtadi Mubarok Soleh, meminta kalangan pesantren dilibatkan dalam menentukan pengganti Sultan Arief.
Pasalnya, menurut dia, penobatan Sultan Keraton Kasepuhan seharusnya mengedepankan musyawarah dan mufakat.
Hal tersebut dilakukan semata-mata demi kebaikan warga Cirebon yang dulunya dipimpin Sunan Gunung Jati tersebut.
• Tak Bisa Tebak Nasibnya Sendiri, Roy Kiyoshi Terancam Kurungan Penjara 6 Bulan
"Sunan Gunung Jati merupakan Sultan Cirebon sekaligus ulama, sehingga penobatan Sultan Sepuh XV harus melibatkan para ulama dan kiai pesantren," kata Muhtadi Mubarok Soleh saat ditemui di kompleks Pesantren Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020).
Ia mengatakan, pelibatan kalangan pesantren juga dilakukan untuk mendapat rahmat dan berkah Sunan Gunung Jati selaku ulama yang dulunya menyebarkan ajaran Islam di wilayah Cirebon serta sekitarnya.
Pihaknya juga mengaku telah mendapatkan amanat dari sejumlah pesantren di wilayah Cirebon agar dilibatkan dalam penetapan sosok pengganti Sultan Arief.
Di antaranya, Pesantren Pemijen Sindang Laut, Pesantren Wanantara Sumber, Pesantren Jaha Cirebon Girang, Pesantren Jatisari Plered, Ponpes Sukun Weru, dan lainnya.
Bahkan, sejumlah majelis taklim juga berpendapat serupa sehingga dilibatkan dalam penobatan Sultan Keraton Kasepuhan.
• Warga Kota Sukabumi Bisa Laksanakan Salat Iduladha di Lapangan, Wali Kota Minta Ini
"Pesantren-pesantren tersebut mempertegas bahwa Keraton Kasepuhan punya tugas untuk melakukan syiar Islam," ujar Muhtadi Mubarok Soleh.
Karenanya, kata dia, sudah seharusnya urusan Keraton Kasepuhan pengelolaannya diarahkan untuk syiar Islam yang melibatkan pesantren-pesantren.
Mengingat dulunya syiar Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati juga berpusat di Keraton Kasepuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sesepuh-pesantren-bendakerep-cirebon-kh-muhtadi-mubarok-soleh.jpg)