Polemik Batu Satangtung
Ribut-ribut Penyegelan Batu Satangtung Sunda Wiwitan Belum Tuntas, Ini Sikap Pemkab Kuningan
Polemik akibat penyegelan pembangunan tugu atau Batu Satangtung belum selesai.
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Polemik akibat penyegelan pembangunan tugu atau Batu Satangtung belum selesai.
Sempat didatangi anggota DPD RI GKR Hemas yang merupakan istri Raja Yogyakarta, kini aksti protes berlangsung di Jawa Barat, menuntut tak ada diskriminasi.
Menyikapi polemik Batu Satangtung, pemerintah Kabupaten Kuningan memilih untuk tidak banyak biacara alias cooling down.
• PDIP Minta 3 Kadernya yang jadi Pejabat Teras di Kuningan Mediasi 2 Pihak Soal Tugu Batu Satangtung
“Ini hasil rapat kami beserta unsur pimpinan pemerintah daerah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Dian Rahmat Yanuar saat kepada awak media, di Kkomplek Setda Kuningan, Jalan Siliwangi, Senin (27/7/2020).
Dian mengatakan, bentuk mendinginkan suasana itu adalah dengan cara tidak mengeluarkan pernyataan apapun terhadap perkembangan atau polemik yang sedang berlangsung.
“Sampai sekarang pemerintah tidak melakukan perbedaan dalam pelayanan terhadap mayoritas maupun minoritas,” ungkap Dian lagi.
Sikap menghindadi bahasan Batu Satangtung, kata Dian, untuk menghindari pandangan terhadap pelaksana pemerintah.
“Apalagi situasi atau suhunya sepersti ini,” katanya.
Polemik berkepanjangan tersebut diharapkan dapat ditemukan solusinya.
• Anggota DPR RI Sayangkan Penyegelan Pembangunan Tugu Batu Satangtung oleh Satpol PP Kuningan
“Pemda akan terus berusaha secepatnya dan tidak akan membuat kerugian pihak tertentu. Mudah-mudahan secepatnya ada titik temu,” ujarnya.
Menyinggung soal pemkab bermitra dengan preman, Dian membatah bahwa tuduhan itu tidak benar. “Pemerintah tidak seperti itu, tidak melakukan pengarahan masa. Justru kita meminimalisir terhadap kegiatan yang terjadi saat itu,” katanya. (*)