Perjalanan Mei Ping Chandra Kenalkan Teh Lokal Indonesia
Sejak kecil Mei Ping Chandra (28) sudah terbiasa menikmati aroma tenangnya dari teh yang diseduh di toko kopi
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
"Lucunya adalah teh Indonesia yang kualitasnya bagus di ekspor ke luar negeri dan kemudian kembali lagi dalam bentuk produk dengan nama yang beda dan dijual dengan harga yang cukup mahal," ujarnya.
• Hasil FP1 MotoGP 2020 Andalusia, Rossi Kalah Cepat dari Rekan Setim, Vinales Jadi yang Tercepat
Kemudian untuk orang lokal hanya meminum teh dengan kualitas teh yang berisi banyak batang teh bukan daunnya.
Tak heran, orang Indonesia mengenal teh itu ada rasa daun dan sepet di lidah setelah meminumnya.
Padahal kualitas teh yang bagus itu adalah aromanya kuat, namun ketika diminum tidak memberikan rasa apapun.
"Kualitas daun teh yang sudah tua menghasilkan aroma yang enak dan tidak meninggalkan rasa apapun di lidah. Nah di Indonesia kebanyakan daun teh yang dipotong itu masih muda sehingga ada rasa daun ketika diminum," kata Ica.
Sambil menuangkan kualitas teh dari Cina dan Indonesia, Ica terlihat begitu lihai saat menyeduh teh diatas alat set yang lengkap.
Ia menyeduh oolong tea dari Cina yang ditanam selama 9 tahun dan menyeduh oolong tea dari Gambung Ciwidey.
Perbedaan rasanya memang begitu jauh terutama soal rasa dan aroma yang muncul ketika diseduh air panas.
Walaupun di masa pandemi ini bisnis teh miliknya sempat menurun, namun sebagai pengusaha Ia memiliki tekad dan konsisten untuk terus memperkenalkan teh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemilik-usaha-teabumi-mei-ping-chandra-28.jpg)