Perjalanan Mei Ping Chandra Kenalkan Teh Lokal Indonesia
Sejak kecil Mei Ping Chandra (28) sudah terbiasa menikmati aroma tenangnya dari teh yang diseduh di toko kopi
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak kecil Mei Ping Chandra (28) sudah terbiasa menikmati aroma tenangnya dari teh yang diseduh di toko kopi orangtuanya.
Menikmati berbagai varian teh, menghirup aroma daun teh, dan meminum teh sudah menjadi tradisi yang tidak ditinggalkan dalam keluarga pengusaha yang akrab disapa Ica ini.
Pernah bekerja sebagai pegawai bank pada 2015, saat ini Ica justru memilih untuk membuka usaha teh yang diberi nama Teabumi.
Usaha Teabumi ini mengingatkan Ica kepada masa kecilnya yang sudah jatuh cinta akan berbagai jenis teh yang ada di Indonesia.
Wanita kelahiran Kalimantan 13 Februari 1992 ini melihat Indonesia terutama Jawa Barat menjadi tempat yang banyak memiliki perkebunan teh seperti di puncak Bogor, Ciwidey dan Pangalengan.
• Pondok Pesantren di Sumedang Diizinkan Beroperasi, Bupati Pastikan Kegiatan Belajar akan Diatur
"Hampir 80% perkebunan teh ada di Jawa Barat, berarti kan bisa dibilang kita ini tuan rumah dan kita yang harusnya lebih besar kontribusi untuk mempromosikan," ujar Ica saat ditemui di kafe Teabumi, Jalan Pajajaran, Jumat (25/7/2020).
Melalui usaha Teabumi, Ica memiliki misi ingin mengembalikan tanah Pasundan sebagai rumah teh Indonesia.
Apalagi lokasi Teabumi yang ada dekat bandara husein ini seringkali didatangi oleh para turis yang ingin mencicipi teh Indonesia.
Hal yang membuatnya miris adalah sebuah pertanyaan turis asing kepadanya tentang tidak banyaknya kafe teh di Bandung.
"Banyak turis Malaysia merasa lucu keti dari Bandung itu selalu dibawa ke kebun teh tapi saya nggak pernah nyobain rasa tehnya," ujar Ica sambil tertawa.
Sayang kalau destinasi teh ini hanya terlihat dari visualnya saja dan nggak bisa menunjukkan secara rasa teh lokal Jawa Barat seperti apa.
Ketertarikan Ica untuk mengenal lebih jauh soal teh mulai sejak 2015. Ia mengatakan sebelumnya ia hanya tahu kulit luarnya saja, namun setelah belajar bersama pegiat teh Indonesia, ia mulai belajar banyak.
Ica pun datang langsung ke perkebunan teh yang ada di Gambung Ciwidey. Namun sayangnya disana tidak ada guide yang memberi penjelasan akan teh.
Padahal menurutnya hal ini juga bisa menjadi daya tarik untuk para wisatawan yang datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemilik-usaha-teabumi-mei-ping-chandra-28.jpg)