Breaking News:

Idul Adha 2020

Larangan Potong Kuku dan Rambut Umat Islam yang Berkurban Idul Adha, Sampai Kapan? Ini Kata Ustaz

Anjuran larangan mencukur rambut dan memotong kuku ini didasarkan pada hadis Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim. Sampai kapan?

Kolase (Tribun Jabar : Deni Denaswara/ist)
Ilustrasi - Bagi umat Islam yang berniat berkurban atau menyembelih hewan kurban dianjurkan untuk tidak memotong kuku dan mencukur rambut. 

TRIBUNJABAR.ID - Bagi umat Islam yang berniat berkurban atau menyembelih hewan kurban dianjurkan untuk tidak memotong kuku dan mencukur rambut sejak memasuki bulan Zulhijjah.

Anjuran larangan mencukur rambut dan memotong kuku ini didasarkan pada hadis Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

“Jika kalian memasuki tanggal 10 (Dzulhijjah) dan hendak berkurban maka janganlah dia menyentuh sedikit pun dari rambutnya dan kukunya.” (HR. Muslim No. 1977)

Saat Idul Adha, Warga Diimbau Tak Tonton Penyembelihan dan Mustahik Tak Datang ke Tempat Pemotongan

Ustadz Farid Numan Hasan, Pembina Pesantren Subulun Najjah, Mekar Sari, Depok, melalui sambungan telepon, Selasa (21/7/2020) menjelaskan, hadis ini menunjukkan bahwa siapa pun yang rencana berkurban, hendaknya dia tidak memotong rambutnya dan kukunya.

Muncul pertanyaan di masyarakat, larangan memotong rambut dan kuku ini berlaku untuk orang yang berkurban atau untuk hewan kurban?

"Zhahirnya larangan ini berlaku untuk shahibul qurban (pemilik hewan qurban), bukan untuk hewannya. Sebab, apa perlunya memotong rambut dan kuku hewannya? Hal itu tidak ada dalam benak kita," jelasnya.

Menurut Ustadz Farid Numan Hasan, dhamir (kata ganti) “hu” di hadis tersebut kembali kepada shahibul qurban bukan hewannya.

Ini berlaku baik yang ditanah air atau yang sedang haji.

Lalu, apakah ini juga berlaku buat keluarganya, bagi yang berqurban satu ekor untuk satu keluarga?

"Jika dia mau hati-hati, tidak apa-apa dia libatkan keluarganya untuk tidak memotong rambut dan kukunya. Namun, sebagian ulama seperti Syaikh Utsaimin dan Syaikh Abdullah Al Jibrin menyatakan itu cukup bagi shahibul qurban saja."

Halaman
12
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved