Kamis, 30 April 2026

Masih Terapkan Belajar Online, Guru SDN Rajagaluh II Rela Datangi Rumah Muridnya, "Panggilan Hati"

Guru-guru SDN Rajagaluh II rela mendatangi rumah murid-muridnya meski belajar masih online.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana pembelajaran di rumah dengan langsung dikunjungi oleh guru SDN Rajagaluh II Majalengka di salah satu rumah murid. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Sudah lebih dari 4 bulan Pemkab Majalengka menutup sementara semua sekolah lantaran Covid-19 yang sedang mewabah.

Imbasnya, kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi secara daring atau online.

Di masa tahun ajaran baru 2020-2021, pemerintah kembali memperpanjang masa pembelajaran daring seiring masih merebaknya virus corona di masyarakat.

Hal itu, disesalkan sebagian orangtua, karena sistem pembelajaran secara daring dinilai kurang efektif.

Untuk memenuhi para keinginan orangtua agar anaknya tetap belajar secara tatap muka, dikabulkan oleh para guru di SDN Rajagaluh II Kabupaten Majalengka.

Nanis Regina Khaerunisa, guru kelas 4 di SDN Rajagaluh II bersama para guru lainnya, menerapkan proses belajar secara door to door.

Sesuai instruksi pimpinan, mereka mendatangi salah satu rumah murid dengan menerapkan proses belajar secara pokjar atau kelompok belajar skala kecil.

Kelompok belajar skala kecil yang baru dimulai sejak Senin kemarin itu diikuti oleh 5 sampai 6 murid yang rumahnya berdekatan.

"Saya datang langsung ke rumah untuk mengajar, dikarenakan sistem pembelajaran belum bisa dilaksanakan seperti sedia kala," ujar Nanis saat ditemui di rumah Safira, salah satu murid kelas 4, Rabu (15/7/2020).

Nanis mengatakan, sebelum memberlakukan pokjar ke rumah-rumah murid, pihaknya bersama kepala sekolah dan guru lainnya telah memilah seluruh murid yang rumahnya berdekatan.

Pihak sekolah juga telah mengumpulkan para orangtua. Dan kegiatan tersebut disambut baik oleh para wali murid.

"Jadi, kami para guru SD Rajagaluh II berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan belajar ke rumah-rumah. Jadi anak-anak itu kami kumpulkan menurut lokasi terdekat, setelah itu kami lakukan door to door, kami mampir ke rumah masing-masing dengan mengumpulkan 5 sampai 6 murid," ucapnya.

Menurut Nanis, selain memang menjalankan program yang telah ditetapkan pihak sekolah, ia mengatakan para murid di tingkat SD dianggap belum sepenuhnya bisa mengikuti proses belajar dengan sistem daring.

Oleh karena itu, ia juga sangat antusias ketika diadakan program tersebut terhadap para anak didiknya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved