Rabu, 27 Mei 2026

Tiga Gempa Bumi Guncang Indonesia Hari Ini, di Mana Saja Titiknya?

Tiga gempa tersebut melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banda Aceh, dan Maluku, dan memiliki kekuatan di atas 5 magnitudo.

Tayang:
Shutterstock/Kompas.com
Ilustrasi gempa 

TRIBUNJABAR.ID - Indonesia merupakan wilayah yang rawan diguncang gempa. Hari ini saja, Senin (13/7/2020), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya tiga gempa yang mengguncang Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, tiga gempa tersebut melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banda Aceh, dan Maluku, dan memiliki kekuatan di atas 5 magnitudo.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi BMKG Daryono mengatakan, ketiga gempa ini tidak berhubungan.
"Tidak (ada hubungannya). Itu sendiri-sendiri. Jauh semua lokasinya, sumbernya juga berbeda-beda," kata Daryono.

Daryono menyampaikan, wilayah selatan Pulau Jawa terjadi peningkatan gempa dalam tiga minggu terakhir.

Aljannah Melahirkan di Depan Rumah karena Bidan Tolak Bantu, Izin Praktik Bidan SF Pun Dicabut

Setidaknya tercatat tujuh gempa dengan lokasi yang berbeda, yaitu:

  • Gempa selatan Pacitan bermagnitudo 5,0 pada 22 Juni 2020
  • Gempa selatan Blitar bermagnitudo 5,3 pada 5 Juli 2020
  • Gempa Lebak bermagnitudo 5,1 pada 7 Juli 2020
  • Gempa selatan Garut bermagnitudo 5,0 pada 7 Juli 2020
  • Gempa selatan Selat Sunda bermagnitudo 5,2 pada 7 Juli 2020
  • Gempa selatan Sukabumi bermagnitudo 4,8 pada 10 Juli 2020
  • Gempa selatan Kulonprogo bermagnitudo 5,1 pada 13 Juli 2020

Meski begitu, aktivitas kegempaan yang terjadi di selatan Jawa tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebihan, melainkan meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana detailnya?

UPDATE KASUS VIRUS CORONA SENIN 13 JULI, Tambah 1.282 Kaus Baru, Pasien Meninggal Tambah 50 Orang

Gempa Yogyakarta

Gempa tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pukul 02.50 WIB.

Daryono menyampaikan, episenter gempa terletak di Samudra Hindia Selatan Jawa pada jarak 101 km arah selatan Kulonprogo pada kedalaman 46 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktifitas subduksi Lempang Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," ujar dia.

Ia menjelaskan, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri khas gempa akibat tumbukan lempeng di zona megathrust.
Guncangan gempa terasa di Pacitan, Purworejo, Yogyakarta, dan Wonogiri, meskipun shakemap BMKG menunjukkan guncangan gempa terjadi dalam wilayah luas dari Pangandaran hingga Pacitan.

Hingga pukul 03.15 WIB, belum tercatat adanya gempa susulan yang terjadi.

Bek Persib Bandung Heran Pengikut di Instagram Bertambah 1.500 dalam 10 Detik, di Mana Kami Berada?

"Menariknya, pusat gempa ini bersebelahan sangat dekat dengan pusat gempa berkekuatan M 8,1 yang menimbulkan kerusakan di Pulau Jawa pada 23 Juli 1943," tutur Daryono.

Saat itu, kota yang mengalami kerusakan adalah Cilacap, Tegal, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Bantul, dan Pacitan.

Menurut dia, ahli geologi Belanda Van Bemmelen pad 1949 mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat gempa Jawa 23 Juli 1943 melebihi 213 orang, korban luka mencapai 2.096 orang, dan 12.275 rumah rusak di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved