Demo Ojek Online di Bandung
Ojol Minta Diizinkan Angkut Penumpang, Driver: Kenapa Hanya Ojek Online yang Dites
Kebijakan melarang angkutan online mengangkut penumpang sementara akibat pandemi Covid-19, sangat berdampak pada pendapat para driver.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang melarang angkutan online mengangkut penumpang sementara akibat pandemi Covid-19, sangat berdampak pada pendapatan para driver.
Selama hampir empat bulan, para driver angkutan online hanya diizinkan mengangkut barang seperti GoSend, GoFood, GrabFood dan GrabBike.
Pagi tadi, Senin (13/7/2020), ribuan pengendara ojek online (ojol) yang tergabung dalam kelompok Driver Online Jawa Barat Bersatu (DJOB) beraksi di depan Balai Kota Bandung. Mereka mendesak Pemkot Bandung segera mengizinkan layanan angkut penumpang.
Prima Anandapriya, seorang pengurus DJOB mengatakan, total ada sekitar 5.000 orang dari berbagai daerah yang mengikuti aksi damai di depan Balai Kota. Para pengemudi ojol itu, kata dia, sangat terdampak secara ekonomi sejak adanya pandemi.
• Tiara di Posisi 2, Ziva 3, dan Lyodra di Posisi 5 Trending Youtube dengan #TerlanjurMencinta
"Aktivasi sampai sekarang kami belum diizinkan, belum bisa membuka layanan angkut penumpang, kami menuntut kejelasan kapan Pak Wali Kota menandatangi dan akan resmi disetujui," ujar Prima di depan Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020).
• Telur Diganti Susu Perah, Bansos dari Pemprov Jabar Juga Berisi Masker yang Didesain Ridwan Kamil
Selain itu, kata dia, pihaknya pun menyatakan menolak adanya syarat bagi pengendara ojol untuk melakukan rapid test sebelum diizinkan mengangkut penumpang. Sebab, kata dia, persyaratan tersebut tidak dilaksanakan bagi sopir angkutan lain.
• Persib Bandung dan Persija Jakarta Punya Persamaan di Liga 1 2020, Ini Buktinya
"Kenapa hanya ojek online yang dites, kenapa sopir bus enggak dites, sama-sama transportasi, padahal," katanya. (*)