Promosi Wisata Priangan Timur

Diskon Bus Wisata untuk Rombongan 20 Persen

Perlu ada upaya-upaya untuk membangkitkan kembali kehidupan pariwisata yang sempat terhenti hampir lima bulan.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar
Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, melepas konvoi 24 bus pariwisata yang tergabung dalam IPOPTI di Tourist Information Center (TIC) Ciamis, Sabtu (11/7) siang 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sebanyak 24 bus pariwisata dari Ciamis dan Tasikmalaya melakukan konvoi ke Pangandaran. Kegiatan yang digagas oleh Ikatan Perusahaan Otobis Priangan Timur (IPOPTI) tersebut untuk menggairahkan dan membangkitkan kembali kegiatan pariwisata di Priangan Timur setelah sempat mati suri sekitar lima bulan akibat pandemi Covid-19.

Konvoi bus pariwisata IPOPTI tersebut dilepas oleh Wabup Ciamis, Yana D Putra, didampingi Kadis Pariwisata Ciamis, Dr H Wasdi Ijudin, dan Ketua Badan Promisi Pariwisata Daerah (BPPD) Ciamis H Endang Haris Juhanda, di halaman Tourist Information Centre Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis, Sabtu (11/7) siang.

“Perlu ada upaya-upaya untuk membangkitkan kembali kehidupan pariwisata yang sempat terhenti hampir lima bulan. Sekarang sudah masuk tahapan new normal, usaha pariwisata perlu digairahkan kembali,” ujar Ketua IPOPTI, H Yosep Purnama.

Yosep pun mengajak warga untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan toko atau oleh-oleh di sepanjang perjalanan dari Ciamis hingga Pangandaran.
“Kami akan mampir ke saung galendo untuk membeli oleh-oleh yang sudah menjadi ikon Ciamis tersebut. Juga ke outlet oleh-oleh lainnya. Ini semua untuk menggugah masyarakat untuk kembali bergairah mengunjungi tempat-tempat wisata. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi dan spirit agar dunia usaha pariwisata kembali bergairah,” ujarnya.

Bus wisata yang tergabung IPOPTi, kata Yosep, juga akan memberikan diskon bagi rombongan sampai 20 persen meskipun tempat duduk yang diisi hanya 70 persen dari kapasitas sesuai ketentuan protokol kesehatan.

“Ketentuan protokol kesehatan menjadi acuan, seperti pakai masker, hand sanitizier, jaga jarak. Tarif juga disesuaikan ,” ujar Yosep.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved