Jumat, 17 April 2026

Hegarmanah Kemungkinan Akan Ditutup 14 Hari Dampak 1.262 Orang di Secapa AD Positif Corona

"Kami akan melakukan pengetesan di lingkungan sekitar. Itu wajib hukumnya bukan pilihan, enggak boleh nolak ya."

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
tribunjabar/ery chandra
Suasana di depan Gerbang Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar bersama Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pelacakan dan pengetesan kepada masyarakat di sekitar Secapa AD di Kota Bandung dan kontak erat pasien positif Covid-19 di klaster baru tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 di Secapa AD, kemarin.

Jumlah itu terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di tempat pendidikan tersebut.

"Kami akan melakukan pengetesan di lingkungan sekitar. Itu wajib hukumnya bukan pilihan, enggak boleh nolak ya."

"Karena di Sukabumi (Setukpa) dulu bocor juga ke wilayah sekitarnya sehingga itu akan dilakukan oleh Pak Wali (Kota Bandung) secepatnya," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Jumat (10/7).

Emil mengatakan pihaknya pun menyarankan supaya kawasan di Hegarmanah dan sekitarnya untuk dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) secara ketat.

"Jadi jalan-jalan masuk akan ditutup, nanti yang masuk hanya penghuni. Yang kira-kira sekunder, tersier, kegiatan itu, saya titip ke Pak Wali untuk 14 hari ditutup dulu ya untuk memastikan tidak ada kebocoran," ujarnya.

Emil mengatakan pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan Panglima TNI bahwa penindaklanjutan penyebaran Covid-19 di klaster Secapa akan dikelola secara mandiri oleh TNI AD, sehingga pemerintah daerah hanya mengerjakan pelacakan dan pengetesan di luar kompleks.

"Tracing kepada keluarganya, testing kepada kontak di luar itu, kami wajib melakukannya dari gugus tugas, khususnya Kota Bandung dan Provinsi Jabar," katanya.

Klaster penyebaran Covid-19 di Secapa AD ini, katanya, memang dapat dikategorikan sebagai klaster yang sangat luar biasa dan dapat disebut sebagai anomali.

Hal ini berbeda dengan kasus-kasus di Jabar lainnya yang secara rutin dilaporkan setiap harinya.

"Setelah nanti dilaporkan, pasti kasus positif Covid-19 di hari-hari besok akan kembali ke yang lama, kembali di bawah 100 lagi, sesuai keterkendalian sebelumnya," ujarnya.

Karenanya, tindakan cepat disiapkan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.

Perlu dipahami, katanya, di Jawa Barat terdapat banyak institusi pendidikan vertikal yang tidak dikelola oleh pemerintah kabupaten, kota atau provinsi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved