Selama AKB, Kendaraan yang Melintas di Kota Bandung Naik 80 Persen, Ini Penyebabnya

Kendaraan yang melintas di jalanan Kota Bandung naik 80 persen di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dibanding saat pembatasan sosial berskala besar.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Ilustrasi - Kemacetan di Jalan Terusan Jakarta, Bandung, Selasa (3/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Kendaraan yang melintas di jalanan Kota Bandung naik 80 persen di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dibanding saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Peningkatan arus lalu lintas salah satunya disebabkan banyaknya tempat-tempat usaha dan wisata yang dibuka," ujar Wakasatlantas Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya, di Balai Kota Bandung, Selasa (30/6/2020).

Menurut Galih, peningkatan arus lalu lintas kendaraan saat ini belum mencapai angka yang normal.

"Walau belum normal, tapi sudah ada peningkatan arus lalu lintas makanya ditempatkan petugas untuk mengatur penjagaan mengantisipasi kemacetan. Peningkatan arus lalu lintas kendaraan dominan terjadi pada akhir pekan," ujar Galih.

Di masa AKB, Galih mengatakan, pihaknya tetap menutup beberapa ruas jalan di malam hari untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun dan berkumpul karema pandemi corona masih terjadi.

"Aktivitas berkerumun, berkumpul, dan nongkrong harus dikurangi. Jadi bukan untuk mempersulit tapi untuk keamanan masyarakat agar waspada," katanya.

Ada delapan ruas jualan yang ditutup yaitu Jalan Asia Afika-Tamblong, Jalan Naripan-Tamblong, Jalan Merdeka, Jalan Simpang Dago, Jalan Diponegoro, Jalan Cilamaya, Jalan Sentot, dan Jalan Purnawarman.

"Penutupan lihat situasi, sementara yang ditutup jalan yang berpotensi tempat berkumpul masyarakat. Penutupan jalan malam hari saja agar tidak mengganggu ekonomi," ujarnya.

Menurut Galih , penutupan ruas jalan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Pembakar Mobil Via Vallen Pura-pura Gila, Ini yang Dilakukan Polisi Saat Minta Keterangan

"Lihat situasional saja menutupnya, komplain belum ada, malah banyak masyarakat yang mendukung," katanya.

Kepala Bidang Menejemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Khairul Rijal, mengatakan, rata-rata kendaraan per hari yang melintas di Kota Bandung di masa PSBB sejak 22 April hingga 13 Juni mencapai 157.889 unit.

Ribuan Ayam Pedaging Gosong, Api Berkobar Diduga dari Alat Pemanas Berbahan Batu Bara

Kendaraan tersebut masuk dari sejumlah gerbang tol dan jalur perbatasan di Kota Bandung seperti Ledeng, Cibereum, Derwati, Cibiru, Dago, dan Cibaduyut.

Pada masa AKB dari 14 juni hingga 30 Juni, rata-rata kendaraan yang melintas per hari 304.726 unit. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved