Pasutri Jual Daging Babi

Daging Celeng Tidak Dipasarkan di Cimahi dan KBB, Tidak Ada Konsumen

T (45) dan suaminya R (24) merupakan pedagang daging babi hutan (celeng) yang tinggal di Kabupaten Bandung Barat. Keduanya menikah sejak empat tahun.

Tribunjabar.id/Daniel A Damanik
Pasangan suami istri jual daging babi atau daging celeng dicampur dengan daging sapi. Daging ini di jual di sejumlah pasar jadi bahan bakso. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - T (45) dan suaminya R (24) merupakan pedagang daging babi hutan (celeng) yang tinggal di Kabupaten Bandung Barat. Keduanya menikah sejak empat tahun.

Tapi, aktivitas penjualan daging celeng tersebut sudah dilakukan oleh T sejak tahun 2014.

T mengaku bahwa dia yang mempunyai ide menjual daging celeng tersebut.

Meskipun tinggal di Kabupaten Bandung Barat, namun T mengaku tidak memasarkan daging celeng ke wilayah KBB dan Cimahi. Alasannya, tidak ada konsumen yang membeli.

"Saya sekarang menyesal. Saya menjual daging ini karena murah. Saya tawarin kepada pembelinya, saya kasih tahu bahwa daging ini daging celeng, tapi orang yang membeli kepada saya tidak memberi tahu ke pembeli lainnya kalau daging tersebut dicampur dengan daging sapi," kata T di hadapan polisi dan awak media di Mapolres Cimahi, Selasa (30/6/2020).

Daging celeng tersebut diperoleh pasutri ini dari seorang pemburu dari Sukabumi.

Dari tangan pemburu tersebut, pasutri ini membeli daging celeng seharga Rp 20 ribu per kilogram dan dijual kembali seharga Rp 48 ribu per kilogram.

Dari tangan pemburu, T sudah mendapat daging celeng dengan kondisi sudah dipotong menjadi beberapa bagian.

Daging Celeng Oplosan Dijual kepada 12 Pedagang Bakso Keliling di Tasikmalaya, Perbandingan 1-2

Kepada pedagang lainnya, setiap bulannya T mengirimkan daging celeng rata-rata 30 kilogram hingga 60 kilogram. Keuntungan yang diperolehnya per tahun Rp 60 juta.

"Hasil dari penjualan ini, kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata T.

Ridwan Kamil Banyak Mendapat Nasihat dari Ustaz Hilmi, Jadi Bekal dalam Hidup

Meskipun menjual daging celeng, pasutri ini mengaku bahwa mereka tidak pernah mengonsumsi daging babi hutan tersebut. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved