Kerajinan Tangan
VIDEO-Pengrajin Seni Subang, Yusef Mandiri Terpuruk di Masa Pandemi Covid-19 Tak Ada Perhatian Pemda
Tak adanya perhatian di masa pandemi Covid-19 dari Pemerintah Daerah membuat pengrajin seni mau tak mau mesti berjuang secara mandiri.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SENI. Sejumlah Kerajinan Tangan dihasilkan seorang pengrajin otodidak asal Subang yang sehari-harinya memang bergelut di dunia seni.
Dia bernama Yusef Yudiana (46). Tak adanya perhatian di masa pandemi Covid-19 dari Pemerintah Daerah membuat mereka mau tak mau mesti berjuang
secara mandiri.
Sejak 2001, Yusef sudah mulai bergelut dunia seni secara otodidak.
Dia pun menjual hasil karyanya ini di Jalan Cagak, Subang.
Hasil karya pengrajin otodidak ini ada di galerinya yang bernama Galeri Kalong Malam, seperti Kerajinan Tangan berupa macan, ukiran kelapa kering,
gelas, hingga Kerajinan Tangan berupa patung macan berukuran 1 meter yang diharga Rp 5 juta dari kayu jenis lame.
"Sekarang kami sedang gencar membuat kerajinan-Kerajinan Tangan yang bergambar macan, seperti sarung golok hingga miniatur macan," katanya, di
Subang, Minggu (28/6/2020).
Yusef mengeluhkan sekitar 3 bulan ini proses pemasaran barang seni kerajinan alami keterpurukan.
Dalam pembuatannya pun, kata Yusef, dia dibantu oleh tujuh orang rekannya.
Selain itu, tak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah membuat mereka mau tak mau mesti berjuang secara mandiri.
"Kerajinan kami ini mampu dan siap kompetitif di pasaran dan layak untuk dipasarkan. Sebenarnya, Subang ini lokasi yang strategis menghasilkan
seni kerajinan lantaran banyak objek wisata untuk pemasarannya. Tapi, dari Pemda Subang tak ada perhatian sama sekali kepada pelaku seni seperti
kami," katanya.