Tiga Warga AS Tewas Akibat Minum Hand Sanitizer, Seorang Buta Permanen
Sejak virus korona mewabah, cairan pembersih tangan dilarang di sejumlah penjara negara bagian AS, karena dikhawatirkan disalahgunakan oleh narapidana
TIGA tiga orang tewas dan satu buta permanen setelah minum cairan pembersih tangan, di New Mexico, Amerika Serikat. Menurut CNN, otoritas kesehatan setempat menyatakan kematian mereka berhubungan dengan keracunan metanol. Departemen Kesehatan New Mexico menyatakan tiga orang lain, yang juga meminum cairan pembersih tangan, dalam kondisi kritis.
Dilaporkan Daily Mirror, Minggu (28/6), insiden yang menewaskan tiga orang dan membuat satu buta itu terjadi karena ketergantungan alkohol. "Ketujuh orang itu diyakini mabuk sehabis minum hand sanitizer yang mengandung metanol," kata Departemen Kesehatan New Mexico dalam rilisnya.
Detail para korban seperti identitas, serta di mana kejadian itu berlangsung tidak diungkapkan oleh pemerintah negara bagian.
Sejak virus korona mewabah, cairan pembersih tangan dilarang di sejumlah penjara negara bagian AS, karena dikhawatirkan disalahgunakan oleh narapidana. Narapidana tidak saja memanfaatkan cairan tersebut untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk memulai kerusuhan di penjara dengan cara menyalakan api.
"Jika Anda merasa menggunakan atau mengonsumsi cairan pembersih tangan, segeralah mencari pertolongan," kata Sekretaris Kesehatan New Mexico, Kathy Kunkel.
Kunkel mengatakan penawar dari racun karena metanol tersedia. Dia mengimbau agar warga segera berobat agar cepat sembuh.
Penjualan hand sanitizer di seluruh dunia mengalami lonjakan setelah pandemi Covid-19.***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/unisba2.jpg)