Petugas Wisata Bukit Sanghyang Dora di Majalengka Bubarkan Warga yang Berkunjung, Kades Kecolongan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka belum membuka sektor pariwisata untuk masyarakat umum di tengah masa pandemi Covid-19.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Perangkat Desa Leuwikujangarga mengadang orang yang berniat mengnjungi tempat wisata Bukit Sanghyang Dora, Sabtu (13/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka belum membuka sektor pariwisata untuk masyarakat umum di tengah masa pandemi Covid-19.

Apalagi, pemerintah daerah  kini resmi memberlakukan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional demi mencegah penyebaran virus corona.

Namun, kebijakan pemerintah tersebut tampaknya tidak diindahkan oleh sebagian warga.

Pasalnya, di objek wisata Bukit Sanghyang Dora yang berada di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, tampak adanya sejumlah anak muda yang berkunjung.

Tangkapan layar memperlihatkan segerombolan anak muda yang berada di wilayah objek wisata Sanghyang Dora.
Tangkapan layar memperlihatkan segerombolan anak muda yang berada di wilayah objek wisata Sanghyang Dora. (Tangkapan layar)

Hal ini terlihat dari video yang dikirimkan oleh seorang warga. Dalam video, mereka dibubarkan untuk segera meninggalkan lokasi wisata tersebut.

Mereka membawa tas carrier layaknya pendaki atau penikmat suasana pegunungan untuk kemping di dataran tinggi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Leuwikujang, Juhaeni, mengatakan pihaknya merasa kecolongan atas tindakan para oknum warga yang kedapatan berada di wilayah objek wisata perbukitan tersebut.

Padahal, ia memastikan sampai aat ini, pihaknya belum membuka objek wisata yang mengandalkan daya tarik pemandangan tersebut.

Kepala Desa Leuwikujang, Juhaeni
Kepala Desa Leuwikujang, Juhaeni (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

"Itu mungkin karena kami sudah kelelahan, kami kecolongan, karena kami itu sudah hampir tiga bulan melaksanakan tugas dari pemerintah untuk melaksanakan pandemi Covid-19," ujar Juhaeni saat ditemui, Sabtu (13/6/2020).

Dia mengatakan, pihaknya pun kaget ketika ada laporan bahwa banyak masyarakat yang telah mendaki objek wisata Sanghyang ini untuk melaksanakan kemping.

Terlebih, adanya pemberitaan bahwa objek wisata yang belum lama diresmikan ini sengaja dibuka untuk umum.

Hasil Rapid Test Seorang Pria Reaktif Hamil, Ini Penjelasan Gugus Tugas

"Kami juga kaget, khususnya saya yang mana ada pemberitaan di media dan medsos bahwa pariwisata Sanghyang Dora ini sudah dibuka. Padahal kami dari Pemerintah desa sangat tegas, wisata ini belum dibuka," ucapnya.

Juhaeni menambahkan, pihaknya kini resmi memperketat akses di pintu masuk wisata tersebut.

Adik Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo Wafat, AHY Minta Dibukakan Pintu Maaf

Adik Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Meninggal Dunia, Dulu Jadi Pendonor Sumsum Tulang Belakang

Dia menerjunkan para muspika, baik dari perangkat desa, Kepolisian Sektor Leuwimunding, Koramil maupun warga setempat.

"Kalau ada warga yang mau berkunjung kami larang, yang sudah berada di atas kami paksa turun. Kami perketat di enam pintu masuk wisata tersebut, dua di desa kami, dua di Desa Mirat, dua lagi di Pagergunung Cipanas," jelas Juhaeni. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved