Selasa, 14 April 2026

Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Menurun? Begini Hasil Hitungan Peneliti

Kebijakan new normal di tengah pandemi Covid-19 mulai diterapkan pemerintah. DKI Jakarta masa transisi PSBB. Di Jawa Barat terapkan PSBB proporsional

Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
ILUSTRASI: Kasus Covid-19 Indonesia Rabu 13 Mei 2020. Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Menurun? Begini Hasil Hitungan Peneliti 

TRIBUNJABAR.ID - Kebijakan new normal di tengah pandemi Covid-19 mulai diterapkan pemerintah.

Sejumlah daerah pun mulai melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Seperti DKI Jakarta yang kini memasuki masa transisi PSBB. Juga di Jawa Barat yang mulai menerapkan PSBB proporsional.

Salah satu yang menjadi patokan bagi setiap negara yang akan melakukan transisi, pelonggaran pembatasan, dan skenario new normal harus memperhatikan enam ketentuan yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Persiapan New Normal, WHO Keluarkan Laporan Covid-19 di Indonesia, Harus Penuhi Hal Ini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa hingga 6% Setelah Pandemi Covid-19

Uji Klinis Obat Covid-19 di Indonesia Sudah Dilakukan, Selesai Agustus

Salah satu ketentuannya adalah penyebaran wabah Covid-19 dapat dikendalikan.

Penyebaran wabah bisa dinyatakan telah terkendali jika selama 14 hari terjadi penurunan.

Lantas, seperti apa kondisi di Indonesia?

Prediksi awal penelitian

Peneliti dari Pemerintah Daerah DIY menjelaskan alasan prediksi awal mereka soal Covid-19 di Indonesia melenceng dan tidak sesuai fakta di lapangan hari ini.

Sebelumnya, pada penelitian berjudul "Prediksi Periode Penyebaran Kasus Covid-19 berbasis Konteks" kurva kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Mei.

Selanjutnya pandemi ini akan mereda di awal Agustus 2020.

Prediksi yang dibuat sejak awal Maret hingga 30 April 2020 disebutkan memiliki akurasi hingga 95 persen, karena angkanya mendekati angka riil yang disebutkan Pemerintah melalui Gugus Tugas setiap hari.

Namun, kondisi di lapangan pada pertengahan Mei justru menunjukkan fakta yang sebaliknya.

Peningkatan kasus terjadi begitu tinggi, jauh melampaui angka yang telah diprediksi sebelumnya.

Rata-rata sebelumnya di angka 300-400 kasus per hari. Namun, pada pekan kedua Mei jumlah kasus harian ada di rentang 600-700 kasus.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved