Pendidikan
VIDEO-Repotnya Siswa SD Sunia II di Majalengka Cari Sinyal Internet Agar Bisa Ujian Sekolah
Mereka tidak dapat memanfaatkan akses internet untuk belajar dan mencari bahan materi dalam memudahkan mengerjakan tugas maupun soal.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Di zaman yang sudah modern seperti sekarang ini, ternyata masih ada daerah yang belum tersentuh dengan sinyal atau jaringan internet.
Padahal, jaringan internet memiliki manfaat yang banyak untuk membantu segala aktivitas positif dalam keseharian masyarakat.
Seperti salah satunya, metode belajar online yang dapat memudahkan siswa maupun mahasiswa dalam berinteraksi dan mempelajari pelajaran yang diinginkan secara otodidak.
Namun, hal itu tampaknya belum dirasakan oleh para siswa-siswi yang bersekolah di SD Negeri Sunia II yang berada di Desa Sunia, tepatnya di Blok Taman Baru, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.
Mereka tidak dapat memanfaatkan akses internet untuk belajar dan mencari bahan materi dalam memudahkan mengerjakan tugas maupun soal.
Hal itu nampaknya membuat para jajaran kepolisian sektor Talaga Polres Majalengka bergerak untuk mengajak para siswa tersebut mengerjakan soal ujian sekolah di lokasi yang terdapat jaringan internet.
Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kapolsek Talaga, AKP Agus Romy menceritakan awalnya seorang anggota Polsek Talaga mengecek ke seluruh daerah wilayah tugasnya di daerah selatan Kecamatan Talaga.
Namun, anggota tersebut melaporkan bahwa di wilayah atas atau di Desa Sunia yang berada di kaki Gunung Ciremai sulit mendapatkan jaringan internet.
"Kemudian, kami berpikir bagaimana anak-anak di desa tersebut dapat maksimal belajar khususnya dalam memanfaatkan jaringan internet untuk memudahkan mencari bahan materi pembelajaran," ujar AKP Agus kepada Tribuncirebon.com, Jumat (12/6/2020).
Menyikapi hal itu, pihaknya berinisiatif untuk memboyong para siswa untuk belajar di lokasi yang terdapat sinyal.
Hal itu bertujuan, agar para siswa-siswi tersebut dapat memanfaatkan jaringan internet untuk memudahkan mengerjakan soal ujian sekolah yang saat ini sedang berlangsung.
"Di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang mengharuskan siswa-siswi untuk belajar di rumah, pihak sekolah juga tidak bisa memberikan materi secara online, melainkan harus secara door to door dalam memberikan soal ujian seperti sekarang ini," ucapnya.
Ia menyebut, jarak desa atau sekolah tersebut ke desa tetangga di bawahnya yang terdapat sinyal berjarak 5 kilometer.
Disampaikannya, ini menjadi ironi ketika zaman sudah canggih seperti sekarang ini masih ada masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan teknologi.
"Ini juga sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap dunia pendidikan, karena program Kapolri, Kapolda, Kapolres Majalengka itu adalah program polisi peduli pendidikan," jelas dia.