Breaking News:

Pedagang di Pasar Sadang Serang Siap Tutup tapi Minta Pemkot Bandung Transparan Soal Covid-19

Forum Pasar Sadang Serang akan menutup operasional pasar selama 14 hari ke depan, sesuai anjuran

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ichsan
TRIBUN JABAR / NAZMI ABDURRAHMAN
MEREVISI UCAPAN-Wali Kota Bandung, Oded M Danial merevisi ucapannya berkenaan adanya tiga kluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Forum Pasar Sadang Serang akan menutup operasional pasar selama 14 hari ke depan, sesuai anjuran dari Pemerintah Kota Bandung, setelah ada seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19.

Aris Hermansyah, perwakilan forum pedagang Pasar Sadang Serang mengatakan, para pedagang sebenarnya legowo dengan anjuran pemerintah. Hanya saja, mereka meminta pemerintah terbuka soal informasi Covid-19.

"Tadi kami dikumpulkan oleh Pak Rismawan, selaku kepala Pasar Sadang Serang ya kami menerima, bahwa mulai besok selama 14 ke depan kami harus tutup, tetap yang kami sesalkan keterbukaan informasinya," ujar Aris, kepada Tribun, Selasa (9/6/2020).

Dikatakan Aris, para pedagang di Pasar Sadang Serang masih menunggu adanya statemen resmi dari Wali Kota atau tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Kapolresta Cirebon Benarkan Ada Dua Terduga Teroris dari Dua Jaringan Berbeda Ditangkap di Cirebon

"Selama 14 hari ke depan kami akan mengikuti protokol untuk tutup sementara sampai ada statemen dari Pak Wali, Wakli atau Sekda yang memberikan statemen langsung bahwa di pasar Sadang Serang fix ada yang postiif dan sudah dikarantina, ya kami akan menerima kalau jelas informasinya," katanya.

"Tapi saya juga mengikuti perkembangan, jika dalam dua hari ke depan masih tidak jelas, ada kemungkinan pedagang akan kembali berjualan," tambahnya.

Sebelumnya, forum pedagang pasar Sadang Serang merasa dirugikan dengan informasi dari Wali Kota Bandung, Oded M Danial dan Dinas Kesehatan yang tidak terbuka soal informasi pasien positif Covid-19.

"Yang kami sayangkan itu tiba-tiba Pak Wali, preskon di depan media bahwa ada pedagang pasar Sadang Serang yang positif gitu, harusnya minimal ada dari Dinas Kesehatan memberitahukan kepada Dirut PD pasar, dan disampaikan kepada kepala pasar Sadang Serang," katanya.

Forum pedangang pasar Sadang Serang, kata Aris, tidak meminta identitas lengkap pasien positif Covid-19. Pihaknya hanya ingin tahu apakah yang positif itu pedagang yang memiliki kios, pegawai atau hanya pedagang yang pedagang lapak di luar area pasar.

"Setelah dinyatakan positif itukan kami tidak tahu dia (yang positif) itu di mana, apakah sudah di jemput tim medis di bawa untuk di isolasi mandiri, atau seperti apa kan kita tidak tahu, kalau identitas pedagang tidak dibuka otomatis tracking pembeli yang ikut berinteraksi kan tidak tahu," katanya.

Waduh, Mobil Pos Pembawa Uang Rp 840 Juta untuk Bansos Terbakar di Kupang

Forum pedagang pasar Sadang Serang pun, sambung Aris, menyesalkan pola komunikasi yang dibangun antara Wali Kota dengan pedagang pasar. Sebab, informasi yang diberikan Wali Kota kepada media membuat para pedangan was-was.

"Yang ingin kami tahu selanjutnya adalah, dari awal menyesalkan pola komunikasi dari Pak Wali kepada kami. Para pedagang langsung syok dan kaget tiba-tiba dinyatakan pasar akan ditutup dan ada Covid-19," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved