Ini Kasus yang Menjerat Ustaz Yusuf Mansur hingga Dituntut Rp 5 Miliar, soal Investasi

Ustaz Yusuf Mansur tersandung kasus. Dia digugat secara perdata oleh beberapa orang yang mengaku telah berinvestasi kepadanya.

Surya/Firman Rachmanudin
Ustaz Yusuf Mansur saat memeberikan penjelasan kepada media di Polrestabes Surabaya, Jumat (6/3/2020) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansur tersandung kasus. Dia digugat secara perdata oleh beberapa orang yang mengaku telah berinvestasi kepadanya.

Ustaz Yusuf Mansur dianggap tak memenuhi perjanjian investasi. Ia digugat di Pengadilan Negeri Tangerang.

Pada Rabu (3/6/2020) kedua belah pihak sudah menjalani proses mediasi pertama di PN Tangerang.

Pihak penggugat diwakilkan kuasa hukumnya Asfa Davy Bya bersama rekan. Sedangkan pihak Yusuf Mansur diwakili oleh Ariel Muchtar bersama rekan.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur sempat mengatakan akan hadir dalam mediasi tersebut namun akhirnya hanya diwakilkan oleh tim kuasa hukumnya.

"Mereka dijanjikan akan diberi laporan keuangan, setiap tahun ada pembagian kerahiman (bagi untung), dan mendapat jatah menginap secara gratis," kata Asfa Davy Bya kuasa hukum penggugat, di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (3/6/2020).

"Tetapi, sampai akhir 2019 lalu, jangankan uang kerahiman, laporan keuangan yang dijanjikan diberikan secara berkala tersebut tak juga pernah ada," ucapnya.

Dalam mediasi yang masih menemui jalan buntu itu pihak Ustaz Yusuf Mansur meminta adanya bukti kuitansi dan dokumen lainnya untuk ditunjukkan sebagai bukti dan akan dibuatkan akta damai.

Namun pihak penggugat menolak hal tersebut karena menurut mereka seharusnya dokumen itu diminta saat masa somasi atau sebelum masuk persidangan.

"Kalau Ustaz Yusuf Mansur mau damai, mestinya sejak kami somasi ada tanggapan positif dari pihak Yusuf Mansur," kata Asfa Davy Bya. "Bukan di sidang mediasi."

Sekadar informasi, Ustaz Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima investor yang merasa dirugikan. Mereka adalah Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami.

Mereka berinvestasi kepada Ustaz Yusuf Mansyur untuk pembangunan Condotel Moya Vidi (Yogyakarta) dan Hotel Siti (Tangerang, Banten) dalam kurun waktu 2013 -2014.

Pembelaan Rinni Ihwal Hilangnya Lagu Keke Bukan Boneka di YouTube: di Luar Wewenang Aku

Halaman
123
Editor: Sugiri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved