Minggu, 10 Mei 2026

Buntut Jemput Paksa Jenazah PDP Sambil Bawa Senjata Tajam, 100 Orang Langsung jadi ODP

Untuk mengantisipasi penularan, tim gugus tugas akan melakukan tracing pada keluarga dan rombongan yang mengawal kepulangan jenazah

Tayang:
Facebook/Jurnal Warga
Rekaman CCTV keluarga paksa bawa pulang jenazah PDP dengan membawa ratusan orang bersenjata tajam. 

TRIBUNJABAR.ID - Pascaaksi nekat ratusan orang mengambil paksa jenazah pasien dalam perawatan (PDP) di Makassar, Sulawesi Selatan, 100 orang tersebut secara serentak ditetapkan sebagai orang dalam pengawasan (ODP).

Dilansir dari Kompas.com, Direktur RS Dadi Arman Bausat mengemukakan, peristiwa berawal ketika seorang PDP di Rumah Sakit Dadi Makassar, Sulawesi Selatan meninggal dunia. 

 PDP tersebut adalah rujukan dari Rumah Sakit  Akademis Makassar dan masuk ke RS Dadi pada Senin (1/6/2020).

Sosok Soekarno Dipercaya Punya Kekuatan Gaib, Yurike Sanger Pernah Beri Penjelasan Logisnya

Ia dirujuk lantaran memiliki gejala mengarah ke Covid-19 seperti batuk, demam tinggi, sesak napas hingga muntah-muntah.

Sempat dirawat dua hari, PDP tersebut meninggal, Rabu (3/6/2020).

Pihak rumah sakit berencana akan mengurus dan mengkafani jenazah sesuai protap Covid-19, namun tiba-tiba sekelompok orang menggeruduk RS.

Viral Video Jenazah Terjatuh saat Akan Dimakamkan, Pemegang Tali Belum Siap, Kayu Terlanjur Ditarik

Jumlah mereka sekitar 100 orang dan membawa senjata tajam.

 Rumah sakit yang juga hendak mengambil sampel swab pasien akhirnya gagal karena digeruduk dan diintimidasi. 

"Baru rencana akan dikafani, dishalatkan dan dimakamkan protap Covid-19 di Maccanda, Gowa, eh, datang pihak keluarga langsung ambil paksa dan bawa pergi," tutur Arman.

Pihak rumah sakit tak bisa berbuat banyak dalam kondisi tersebut.

"Daripada dihalau, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi saya perintahkan langsung, biarkan saja agar tidak terjadi pertumpahan darah," papar Arman.

Dari rekaman CCTV rumah sakit, terlihat tujuh orang masuk ruang ICU dan membawa pergi jenazah tersebut begitu saja.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, para penjemput itu langsung ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Untuk mengantisipasi penularan, tim gugus tugas akan melakukan tracing pada keluarga dan rombongan yang mengawal kepulangan jenazah.

Viral Video Jenazah Terjatuh saat Akan Dimakamkan, Pemegang Tali Belum Siap, Kayu Terlanjur Ditarik

Tim gugus tugas juga akan memantau kondisi rombongan.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved