Kamis, 16 April 2026

Pemkab Garut Akan Beri Bantuan Bibit Tanaman Bagi Siswa agar Bercocok Tanam di Rumah

Selama masa pandemi Covid-19, para pelajar hanya bisa beraktivitas di rumah.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga (kiri) saat menghadiri pelatihan petani milenial di Kebun Jeruk Eptilu Cikajang, Sabtu (18/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT -  Selama masa pandemi Covid-19, para pelajar hanya bisa beraktivitas di rumah.

Pemkab Garut pun berencana memberi bantuan agar para pelajar tak jenuh selama di rumah.

Salah satu bantuan yang akan diberikan yakni bibit tanaman. Siswa sekolah, bakal diberi keterampilan untuk bercocok tanam.

Simpan Pipa Rokok dari Gading Gajah Sumatera, Pria di Garut Diamankan Ditjen Gakkum KLHK

New Normal Diberlakukan di Garut Mulai Hari Ini, ASN Sudah Masuk Kantor, Sekolah Buka Akhir Tahun

"Di masa pandemi ini, anak-anak banyak diam di rumah. Supaya tak sibuk dengan HP, kami beri kegiatan biar melakukan persemaian di rumah masing-masing," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, Jumat (5/6/2020).

Dengan belajar bercocok tanam, diharapkan tak membuat bosan siswa selama di rumah.

Apalagi rencana pembukaan sekolah baru akan dilakukan pada awal tahun 2021.

Para siswa yang belajar cocok tanam, lanjutnya, akan diberi apresiasi jika tanamannya tumbuh. Apalagi sampai bisa dipanen.

"Nanti belajar tanam sayuran saja. Sambil edukasi pertanian, hasilnya bisa dirasakan untuk kebutuhan masing-masing. Kami akan beri apresiasi untuk anak-anak SD yang tanamannya bisa tumbuh," katanya.

Beni menambahkan, pihaknya juga sudah memberi bantuan bibit tanaman bagi warga Garut yang terkena karantina. Salah satunya di Wanaraja.

"Kami beri bantuan bibit dan polybag. Jadi nanti bisa tanam sayuran untuk konsumsi pribadi," ucapnya.

Pihaknya saat ini sedang mengusulkan pendanaan. Jika tak menggunakan anggaran di perubahan, rencananya akan memakai dana dari biaya tak terduga (BTT).

"Sedang diproses (anggaran pemberian bantuan). Tapi tak bisa ke perorangan, harus ke kelompok tani yang bisa ajukan," katanya.

Target pemberian bantuan, menyasar ke warga yang terdampak langsung.

Seperti di Selaawi, Cigeduh, dan Wanaraja yang pernah menjalankan karantina.

"Tanaman yang kami kasih itu yang bisa dipanen dalam 40 hari. Jadi jangka waktunya cepat untuk bisa kembali menanam. Nanti ada penyuluh yang mendampingi dan memberi informasi seputar cara pemeliharaan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved