Pemuda Ini Di-PHK, Dapat Bantuan Covid-19 tapi Duitnya Disunat di Satu Ruangan Tanpa Penjelasan

Merebaknya wabah virus corona di Indonesia membuat Odon Setiawan, warga Kampung Cikubang

tribunjabar/m rizal jalaludin
Pemuda Ini Di-PHK, Dapat Bantuan Covid-19 tapi Duitnya Disunat di Satu Ruangan Tanpa Penjelasan 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Merebaknya wabah virus corona di Indonesia membuat Odon Setiawan, warga Kampung Cikubang, Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di-PHK oleh perusahaannya di Jakarta.

Meskipun terkena PHK, Odon masih bisa sedikit tersenyum karena mendapatkan surat undangan dari desa, bahwa ia terdaftar mendapatkan bantuan.

Dengan penuh semangat ia datang ke kantor desa untuk memenuhi undangan mengambil bantuan terdampak Covid-19.

Ternyata, meskipun mendapatkan bantuan terdampak Covid-19, Odon mengaku, bantuan yang diberikan oleh pihak desa tersebut disunat sebesar Rp 100 ribu, dari Rp 600 ribu yang seharusnya ia terima.

Novel Baswedan Dapat Pujian, Meski Mata Dirampok, Mata Batinnya Keren, Sukses Sikat Nurhadi & Istri

"Gak ada penjelasan apapun, awalnya di kasih Rp 600 ribu, saya dapatnya Rp 500 ribu. Dipotong Rp100 ribu tidak diberitahu untuk apa, gak ada penjelasan untuk apa, untuk siapa, gak ada sosialisasi," ujar Odon, kepada Tribunjabar.id usai menerima bantuan di Kantor Desa Gandasoli, Rabu (3/6/2020).

Anehnya lagi, kata Odon, pemotongan dilakukan di satu ruangan khusus, bukan di tempat pertama ia menerima bantuan.

"Dipotongnya di belakang, dikasih di depan lalu dibawa ke belakang, nah disitu dipotongnya di belakang, ada ruangan lain," ucapnya.

Usaha Kecil Menengah di Cianjur Mulai Bangkit, Satu Contohnya Usaha Keju Mozarella dan Yoghurt

Tidak Melibatkan RT/RW

Selain terjadi pemotongan bantuan, menurut salah seorang ketua RT di Desa Gandasoli, Bama, tidak ada keterlibatan RT dalam penyaluran bantuan tersebut.

Bahkan, Bama mengatakan, sempat terjadi pemberian bantuan disalurkan malam hari, itu pun hanya diberikan sebesar Rp 250 ribu.

"RT gak dilibatkan, enggak, gak dilibatkan, udah banyak sih, banprov ada, PKH ada, yang dibagikan ke rumah warga cuman yang malam takbir ada yang Rp 250 ribu dari yang seharusnya Rp600 ribu," tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tribunjabar.id belum mendapatkan jawaban dari Kepala Desa mengenai adanya pemotongan bantuan tersebut.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved