Anggota DPR Ancam Surati Presiden Gara-gara Tindakan Dewas TVRI yang Sudah Direkomendasi Dipecat

Terkait hal itu, Ketua Dewas TVRI Arif Hidayat Tamrin mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada Komisi I DPR RI.

ISTIMEWA
Gedung TVRI Jakarta. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI fraksi PPP Syaifullah Tamliha sempat melontarkan ancaman akan menyurati Presiden Joko Widodo atas tindakan Dewan Pengawas (Dewas) TVRI

Dewas TVRI dinilai tidak melaksanakan rekomendasi Komisi I DPR RI terkait pemilihan Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) LPP TVRI

Terkait hal itu, Ketua Dewas TVRI Arif Hidayat Tamrin mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada Komisi I DPR RI. 

"Kami Dewas sudah melakukan komunikasi berupa surat dan lisan dengan Komisi I DPR RI. Ya terkait pemilihan Direktur Utama, proses pemilihannya, waktu pelantikan juga ada unsur anggota DPR yang hadir," ujar Arif, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/6/2020). 

Arif menilai lanjutnya proses pemilihan Dirut PAW tak lepas dari mendesaknya kepentingan TVRI untuk mencairkan anggaran dan mengurus tunjangan kinerja. 

Dia beralasan untuk mencairkan anggaran dan mengurus tunjangan kinerja pihaknya harus memiliki Dirut definitif. 

"Jadi cukup mendesak kepentingan organisasi ini. Kemudian kami bersurat ke DPR lima kali, bahwa ini urgent untuk memilih Dirut," kata dia. 

"DPR kemudian rapat dengan DJA (Direktorat Jenderal Anggaran). Dalam rapat juga dinyatakan bahwa (TVRI) tidak bisa mencairkan anggaran dan tunjangan kinerja melalui Plt. Dirut, harus Dirut definitif," imbuh Arif. 

Bahkan, kata dia, pihaknya juga mendapat surat resmi dari Menteri Keuangan dengan isi yang bunyinya sama bahwa untuk kepentingan pencarian anggaran dan tunjangan kinerja harus memiliki Dirut definitif. 

"Dengan demikian kami minta ijin dan konsultasi dengan DPR untuk melanjutkan sampai melantik Dirut yang baru (kemarin itu)," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, pemilihan Direktur Utama (Dirut) pergantian antar waktu TVRI Iman Brotoseno oleh Dewan Pengawas (Dewas) TVRI menuai polemik.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved