Sejak Januari 8 Warga Kota Tasikmlaya Meninggal karena DBD, Dua di Antaranya Anak-anak

Sejak Januari, 8 warga Kota Tasikmalaya meninggal karena DBD. Dua di antaranya anak-anak.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, meminta warga kota tak hanya mewaspadai Covid-19 tapi juga serangan DBD.

Suryaningsih mengatakan, selama Januari hingga Mei 2020 ini sudah delapan warga kota meninggal akibat serangan nyamuk aedes aegypti ini.

Artinya tiap bulan ada dua orang meninggal akibat DBD.

"Kasus kematian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, tersebar di Kecamatan Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tawang, Indihiang dan Bungursari," kata Suryaningsih, Senin (25/5/2020).

Dari delapan yang meninggal, dua diantaranya anak-anak. Yaitu seorang balita, LF (4), meninggal di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, serta NS (8), meninggal dunia setelah dirujuk ke sebuah rumah sakit swasta di Bandung.

Sementara akumulasi serangan DBD sejak Januari hingga Mei 2020 mencapai 400 kasus.

Sebagian besar, kata Suryaningsih, sudah sembuh.

Suryaningsih mengatakan, antisipasi serangan DBD yakni terus melakukan penyuluhan serta menggerakkan warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Seperti menguras dan menutup tempat menampung air serta mengubur barang bekas yang bisa jadi tempat genangan air.

"Sesuai surat edaran dari Kemenkes tentang pengendalian DBD di masa pandemi Covid-19, juga dengan melakukan social distancing dan physical distancing," kata Suryaningsih.

Lebaran Kedua, Harga Daging Ayam di Ciamis Masih Rp 45 Ribu/Kg, Permintaan Turun Drastis

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved