Minggu, 10 Mei 2026

Wabah Virus Corona

Hari Ini Penambahan Kasus Positif Corona Sentuh Rekor Tertinggi, Jatim Sumbang Terbanyak, Jabar?

Dengan demikian, total terkonfirmasi positif terkena Covid-19 di Indonesia per hari ini mencapai 20.162 orang.

Tayang:
Editor: Ravianto
gugus tugas percepatan penanganan covid-19
Update kasus corona di Indonesia, Kamis (21/5/2020). 

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 50.187 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada menjadi 11.066 orang.

Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 392 kabupaten/kota di Tanah Air.

Hari Ini Juga Rekor Tertinggi di Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor tertinggi jumlah kasus baru harian virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/5/2020), WHO mencatat 106 ribu kasus baru Covid-19 dalam waktu 24 jam.

"Kita masih memiliki jalan panjang untuk mengatasi pandemi ini," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2020) waktu setempat.

WHO menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah kasus baru Covid-19 di negara-negara miskin.

"Kami sangat prihatin tentang meningkatnya kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah," jelasnya.

Berdasarkan data Worldometers, Kamis (21/5/2020) pukul 11.05 WIB, total kasus terkonfirmasi positif sudah melewasi 5 juta orang di dunia. Atau tepatnya 5.089.615 orang dari seluruh dunia.

Sementara 329.724 orang meninggal dunia dan 2.023.472 orang sudah sembuh dari virus corona.

Menurut Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan, angka lima juta kasus akan menjadi "tonggak tragis".

Tedros mengakui menerima sepucuk surat dari Presiden AS Donald Trump, yang mengultimatum WHO untuk melakukan reformasi substantif dalam waktu 30 hari.

Trump juga mengancam akan menarik pendanaan AS ke WHO jika dinilai tidak ada reformasi terjadi di Badan Kesehatan PBB itu.

Tedros menegaskan komitmen untuk akuntabilitas dan akan melakukan evaluasi dalam menanggapi pandemi.

Sebelumnya Trump menyebut WHO sebagai "boneka" China.

Hal itu disampaikan Trump pada Senin (18/5/2020) waktu setempat.

Bahkan Trump mengkonfirmasi ia sedang mempertimbangkan pemotongan atau membatalkan dukungan AS ke WHO.

"Mereka adalah boneka China. Mereka China-sentris untuk terlihat lebih baik," kata Trump di Gedung Putih.

Trump mengatakan Amerika Serikat membiayai sekitar 450 juta dolar AS per tahun untuk organisasi kesehatan dunia (WHO).

Angka ini terbesar dari negara manapun di dunia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved