Rabu, 22 April 2026

Hari Ini Kasus Positif Covid-19 di Jabar Melonjak Tinggi, Kalahkan DKI Jakarta dan Jatim

Kementerian Kesehatan RI mencatat penambahan sebanyak 176 pasien positif Covid-19 di Jawa Barat

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
tribunjabar/nazmi abdurrahman
Pemkot Bandung Punya Alat Tes Covid-19 Sendiri, Tes Swab Bisa 200 Sampel Per Hari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Kesehatan RI mencatat penambahan sebanyak 176 pasien positif Covid-19 di Jawa Barat pada Rabu (20/5/2020), tepat setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi tahap 1 berakhir.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, angka kasus positif harian di Jawa Barat ini menjadi yang tertinggi, mengalahkan DKI Jakarta yang hanya bertambah 81 kasus baru dan Jawa Timur yang bertambah 119 kasus baru pada tanggal yang sama.

Namun secara keseluruhan, DKI Jakarta masih menempati posisi pertama sebagai daerah dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak, yakni total 6.236 kasus, Jawa Timur di posisi kedua dengan 2.496 kasus, dan Jawa Barat dengan total 1.876 kasus.

Keseluruhan secara nasional, penambahan kasus positif terjadi sebanyak 693 pasien sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia total 19.189 kasus pada Rabu (20/5). Angka penambahan kasus harian ini adalah yang terbesar sejak kasus pertama muncul di Indonesia.

Ruswan Latuconsina Ngotot Polisikan Andre Taulany dan Rina Nose: Tidak Ada yang Hubungi Kita

Bagi Jawa Barat, penambahan 176 kasus baru per hari ini sangat mencolok. Sebab dalam seminggu bahkan dua minggu terakhir, angka penambahan kasus positif harian di Jabar cenderung melandai.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) pada Selasa (19/5) mencatatkan jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Barat genap menjadi 1.700 pasien, setelah terjadi penambahan 21 pasien positif.

Di Jawa Barat, penambahan jumlah pasien positif selama sepekan terakhir memang cenderung menurun. Pada 11 Mei 2020 tercatat ada penambahan 55 kasus positif di Jabar, kemudian 56 kasus pada 12 Mei. Selanjutnya turun jadi hanya bertambah 8 kasus pada 13 Mei, di hari berikutnya 9 kasus, kemudian 31 kasus, lalu 25 kasus, dan 27 kasus baru pada 18 Mei.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menyatakan tidak ada pelonggaran PSBB di Jawa Barat, yang ada hanya penyesuaian berdasarkan tingkat penyebarannya di level kabupaten dan kota sampai kelurahan dan desa. Daerah yang masih masuk zona merah tetap fokus mengurangi kasus Covid-19, sedangkan yang sudah masuk zona biru harus mencegah masuknya penularan dari zona merah.

Indira Kalistha Viral Dianggap Remehkan Corona, Suami Bilang Kini Ngaku Salah dan Janjikan Ini

"Kami juga mendapati ada potensi kerawanan euforia dari Idulfitri, maka kami sepakat gugus tugas untuk melanjutkan PSBB provinsi sampai tanggal 29 Mei 2020, tapi bentuk PSBB-nya adalah PSBB proporsional, yaitu menyerahkan persentase PSBB-nya kepada kota dan kabupaten karena sudah diberikan data yang jelas melalui posisi indeks masing-masing," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Rabu (20/5).

Sehingga nanti, katanya, ada daerah yang fokus pada perawatan PDP, ada daerah yang fokus pada pemudik dan ODP, ada daerah yang fokus pada penanganan pasien positif, ada daerah yang fokus mencegah datangnya warga dari zona merah, dan lainnya. PSBB periode kedua di Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara proporsional di tingkat kabupaten dan kota sampai kelurahan dan desa

Di tingkat kelurahan atau desa, katanya, masyarakat dan pemerintahan akan dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkantibmas dalam melakukan pembatasan sosial. Semua berperan penting dalam memastikan penjagaan di desa masing-masing jangan sampai desa yang statusnya hijau malah didatangi oleh warga dari kawasan berstatus merah atau hitam.

"Itu akan menjadi sebuah usulan PSBB dari skala provinsi pelan-pelan akan bergeser menjadi pembatasan sosial secara mikro di desa dan kelurahan. Setiap minggu akan kota evaluasi, bagaimana pun hasilnya, baik atau buruk, akan ditindaklanjuti," katanya.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 pihaknya sudah meningkatkan kekuatan dan strategi di setiap daerah.

"Kami akan melaksanakan penguatan seperti di tiap-tiap check point, kalau kemarin kita melaksanakan siang sampai sore, ini kita sampai malam. Kita tingkatkan, kita bagi menjadi tiga shift untuk meningkatkan mencegah orang-orang yang mudik dan orang-orang dan berkegiatan-kegiatan yang lainnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved