Banjir Rob di Subang, Warga Diminta Tidak Panik dan Jangan Termakan Isu

Air pun naik secara tiba-tiba sekaligus hingga setinggi 30 sentimeter di atas jalan sehingga membuat panik warga.

Istimewa
Air laut naik ke daratan di Subang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Hidayat bersama sejumlah muspika mulai Kapolsek, Camat Legonkulon, hingga Kepala Desa Mayangan, Wiharta, meninjau langsung ke lokasi kejadian tepatnya di bibir pantai Desa Mayangan usai adanya informasi banjir rob, Rabu (20/5/2020).

Hidayat meminta semua warga untuk tetap tenang dan tidak panik atas kejadian ini.

Namun, Hidayat pun meminta kepada warga masyarakat khususnya yang berada dekat dengan pantai untuk tetap waspada.

"Jangan panik dan termakan isu. Kalau panik nanti timbul keresahan warga apalagi di tengah Ramadan ini. Saya yakinkan kepada warga bahwa kondisi sudah surut dan kini saya berada di bibir pantai yang tadi sempat naik airnya," katanya.

Dia meminta semua warga yang tinggal dekat pantai untuk mengungsi sementara setidaknya untuk malam ini guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kami perlu siaga antisipasi kemungkinan yang terjadi. Sebab semua belum bisa diprediksi fenomena alam ini," ujarnya.

Sementara itu, Pjs Kepal Desa Mayangan, Wiharta menyebut banjir rob atau air pasang mulai naik pukul 19.00 wib dengan ditandai hujan disertai angin kencang.

Air pun naik secara tiba-tiba sekaligus hingga setinggi 30 sentimeter di atas jalan sehingga membuat panik warga.

"Alhamdulillah dengan cepat pula air surut dan sekarang sudah kondusif," ucap Wiharta. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved