Rumah Mewah di Kuningan yang Dirampok Tak Punya CCTV, Perampokan Pertama 5 Kg Emas Digondol
Mengenai aksi rampok kemarin, kata dia, petugas telah mengumpulkan sejumlah saksi keterangan dan melakukan penyidikan.
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Buntut peristiwa pencurian di rumah mewah di Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik minta para pemilik rumah mewah memasang CCTV (closed circuit televisioan,red).
"Rumah kemarin (dibobol maling, red) memang tak ada CCTV, nihil," kata Lukman saat ditemui dalam kunjungan pengawasan jalur Kuningan kota, Selasa (19/5/2020).
Pemasangan alat rekam, kata dia, tentu sangat membantu dalam melakukan pengamanan swakarsa di lingkungan sekitar.
"Di samping itu, kegiatan siskamling juga harus diberlakukan dan jangan lupa melakukan patroli," kata dia.
Mengenai aksi rampok kemarin, kata dia, petugas telah mengumpulkan sejumlah saksi keterangan dan melakukan penyidikan.
"Hingga saat ini kami melakukan pendalaman terhadap kasus kemarin," kata dia.
Dalam memburu komplotan pembobol rumah mewah, Lukman menegaskan, pencarian terus dilakukan melalui tim gabungan yang telah terbentuk.
"Ada anggota kami dan petugas dari Polda juga melakukan pengungkapan terhadap kasus ini," ujar Lukman.
Terpisah, pantauan di tempat kejadian perkara terlihat sepi dari aktivitas biasanya.
"Oh, Teh haji waktu tadi memang masih di toko," ungkap Dede Sembada yang juga adik korban pemilik rumah mewah tersebut.
Politisi sekaligus Anggota DPRD Kuningan yang akrab disapa Desem ini mengatakan, memahami atas kejadian hari sebelumnya.
"Ini menjadi catatan bagi keluarga. Terutama tidak harus banyak simpan uang dirumah," ujarnya.
Alasan itu, kata dia, ini merupakan kali kedua musibah yang menimpa pengusaha aneka sandang.
"Dulu waktu tahun 2011, saudara kehilangan banyak harta. Sebanyak 5 kg emas dan uang sekitar Rp 1.2 miliar," kata Desem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-korban-perampokan.jpg)