PSBB di Jabar
Hari Terakhir Masyarakat Masih Berkerumun di Pasar, PSBB di KBB Gagal Lagi?
Masyarakat memadati dan berkerumun di Pasar Tagog Padalarang pada hari terakhir pelaksanaan PSBB tahap kedua di KBB.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Masyarakat memadati dan berkerumun di Pasar Tagog Padalarang pada hari terakhir pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (19/5/2020).
Berdasarkan pantauan Tribun, sejumlah masyarakat masih berbondong-bondong belanja kebutuhan pokok maupun belanja baju untuk Lebaran dengan memadati setiap kios yang ada di pasar tersebut.
Akibat banyaknya masyarakat yang masih berkerumun di Pasar Tagog Padalarang, arus lalu lintas pun tersendat, sehingga hal ini tampak seperti hari-hari biasanya.
"Setiap hari juga memang ramai, tapi hanya dari pagi sampai jam 12 siang," ujar Meti (38), pedagang sayuran saat ditemui di Pasar Tagog Padalarang.
Namun, sejak sepekan menjelang Lebaran, kata Meti, masyarakat lebih banyak yang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan untuk Lebaran.
• Imas Berjalan Kaki 10 Kilometer Bersama 4 Anak Ambil Beras dari Rumah Dermawan, Tidak Dapat Bansos
• PSBB Jawa Barat Dilanjutkan, Setiap Daerah Berlaku Berbeda-beda Berdasarkan Tingkat Kewaspadaan
"Selama PSBB memang pendapatan menurun, tapi masyarakat yang datang ke pasar untuk belanja tetap banyak," ucapnya.
Seorang pembeli asal Ngamprah, Setiawati (47), mengatakan, hampir setiap hari belanja ke pasar untuk kebutuhan warungnya. Dia tahu betul kondisi pasar selama masa pandemi ini.
"Kalau menurut saya tidak ada bedanya, sama seperti dulu. Tetap ramai saja seperti ini," kata Setiawati.
• Warga Gigit Jari, Sudah Datang ke Kantor Pos, Bantuan yang Dijanjikan Belum Ada
• Habib Bahar bin Smith Masuk Lapas Lagi, Sebelumnya Sudah Diingatkan Lewat Telepon
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, mengatakan, untuk antisipasi kerumunan di pasar selama PSBB, pihaknya meminta agar Satpol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB untuk mengetatkan pengawasan di setiap pasar.
"PSBB bisa berhasil kalau sudah tidak ada warga berkerumun, terutama di pasar karena di pasar itu sangat riskan terjadi penularan apabila masih berkerumun," katanya, beberapa waktu lalu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-togog_1905.jpg)